Jerman: Juru Dakwah Wahabi Saudi Aktif di Kosovo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang sukarelawan membawa makanan untuk dibagikan pada muslim Kosovo yang akan berbuka puasa bersama di pusat kota Pristina, Kosovo, 14 Juni 2016. AP/Visar Kryeziu

    Seorang sukarelawan membawa makanan untuk dibagikan pada muslim Kosovo yang akan berbuka puasa bersama di pusat kota Pristina, Kosovo, 14 Juni 2016. AP/Visar Kryeziu

    TEMPO.CO, Berlin - Pemerintah Jerman mengatakan, sekelompok juru dakwah dari Arab Saudi sedang menyebarkan ajaran Islam ultrakonservatif Wahabi di Kosovo.

    Keterangan tersebut disampaikan pemerintah Jerman setelah mendapatkan berbagai pertanyaan dari kelompok oposisi di parlemen.

    "Saudi yang mendapatkan dukungan para dai, turut aktif menyebarkan ajaran Islam di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di Eropa Tenggara," ujar Jerman dalam pernyataannya yang dilansir dari AP.

    Pemerintah Jerman menuturkan, para donatur dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk juga memberikan donasi bagi penduduk muslim di Kosovo.

    "Negara ini sumber penting bagi militan asing yang terlibat bersama ISIS," tulis AP mengutip sumber pemerintah Jerman.

    Namun pemerintah Jerman mencatat bahwa tidak ada gerakan radikal hasil dari penafsiran ajaran Wahabi di Kosovo.

    Kosovo merdeka secara sepihak serta mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa kecuali Serbia pada Februari  tahun 2008, atau setelah PBB menarik diri dari Kosovo. 

    Serbia sebagai sekutu Rusia menolak mengakui kemerdekaan Kosovo karena banyak warga Serbia tinggal di Kosovo. Mayoritas penduduk Kosovo beragama Islam dan Kristen.

    Anggota Partai Kiri Jerman, Sevim Dadelen, pada Rabu, 17 Mei 2017, mengatakan, juru dakwah garis keras Saudi  yang aktif di Kosovo adalah sebuah skandal. "Mereka seharusnya di bawah koordinasi pasukan perdamaian Barat," ucapnya.

    AP | BBC | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.