Belgia: Keinginan Turki Menjadi Anggota Uni Eropa Harus Ditolak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato selama reli pendukung sehari setelah referendum, di luar Istana Kepresidenan, di Ankara, Turki, 17 April 2017. AP/Burhan Ozbilici

    Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato selama reli pendukung sehari setelah referendum, di luar Istana Kepresidenan, di Ankara, Turki, 17 April 2017. AP/Burhan Ozbilici

    TEMPO.CO, Bremen - Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, mengatakan, waktunya telah tiba bagi Uni Eropa mengambil keputusan final atas keinginan Turki menjadi anggota karena telah menemui jalan buntu.

    Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Associated Press, Michel, menjelaskan, setelah selama berbulan-bulan ada provokasi dari Presiden Recep Tayyip Erdogan maka kesenangan yang membuahkan penderitaan itu harus segera diakhiri.

    "Keinginan Turki menjadi anggota Uni Eropa seharusnya ditolak."

    Michel mengatakan, dia memiliki kesan bahwa proses keanggotaan Uni Eropa bukan kerangka kerja yang tepat untuk berdialog dengan Turki.

    Sikap yang sama ditunjukkan Austria. Negeri di Eropa Timur ini meminta agar tawaran Turki menjadi anggota Uni Eropa dihentikan.

    Bulan lalu, Erdogan memenangkan sebuah referendum sehingga dia bisa melanggengkan kekuasaan dan dia dituding kerap mengeluarkan kata-kata kasar kepada Eropa.

    Di referendum itu, dia bisa melanjutkan atau tidak keinginan Turki menjadi anggota Uni Eropa.

    YNET | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.