Kuwait Sambut Baik Niat Iran Dialog dengan Negara Teluk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Hassan Rouhani (kanan), berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheik Sabah Al-Khaled Al-Hamad Al-Sabah (kir), di Teheran, Iran, 25 Januari 2017. AP

    Presiden Hassan Rouhani (kanan), berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheik Sabah Al-Khaled Al-Hamad Al-Sabah (kir), di Teheran, Iran, 25 Januari 2017. AP

    TEMPO.CO, Kuwait City - Kuwait menyambut baik keiinginan Iran untuk berdialog dengan negara-negara Teluk guna memecahkan masalah perang saudara di Suriah dan Yaman.

    Keterangan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Khaled al-Jarallah, untuk merespon pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, bahwa negerinya siap berdialog dengan anggota negara teluk (GCC).

    "Itu yang kita cari," kata Jarallah sebagaimana dipetik Al Arabiya dari kantor berita Kuwait, KUNA.

    Menurut Jarallah, seperti dikutip KUNA, dialog semacam itu sangat diperlukan untuk menurunkan tensi ketegangan di Suriah maupun Yaman atau di manapun di kawasan Timur Tengah.

    Mengacu surat yang dikirimkan pada Januari 2017 kepada Presiden Iran Hassan Rowhani oleh Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, mengenai dialog dengan enam anggota GCC, Zarif mengatakan, Teheran berharap bahwa negara-negara Teluk bersedia memecahkan berbagai isu secara bersama-sama.

    "Dalam kasus tersebut, Iran juga menyatakan siap. Kita harus melihat ke depan dan sepakat bahwa kita akan melakukan bersama-sama demi masa depan yang kelihatannya berbeda," tulis koran Ettelat Iran mengutip Zarif seperti yang disampaikan pada Selasa, 7 Februari 2017.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.