Dewan Eropa Memuji Al Jazeera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Dewan Eropa (Council of Eropa) Walter Schwimmer memuji prestasi stasiun televisi Al Jazeera dan menilai kebijakan kebebasan berekspresinya harus dihargai. Televisi Al Jazeera merupakan stasiun televisi independen yang menggunakan kebebasan berekspresinya. Kebebasan berekspresi dan independensi Al Jazeera harus dihargai oleh seluruh komunitas internasional, kata dia. Schimmer mengatakan hal itu berkaitan dengan keputusan Bursa Efek New York yang mengusir dua orang wartawan stasiun televisi yang berbasis di Qatar itu. Menurut sebuah sumber yang menolak disebutkan jatidirinya, pengusiran kedua wartawan itu terkait dengan pemberitaan stasiun televisi ini mengenai perang di Irak. Pejabat pemerintah Amerika sendiri mengkritik stasiun televisi iniyang semakin populer di komunitas Timur Tengahdengan tuduhan melakukan liputan satu sisi terhadap agresi militer pasukan sekutu pimpinan Amerika. Pejabat itu juga mengkritik penyiaran serdadu pasukan sekutu yang tewas dalam peperangan dan sejumlah lainnya yang berhasil ditawan oleh pasukan Irak. Dewan Eropa ini merupakan sebuah lembaga yang didirikan untuk mempromosikan demokrasi, hak asasi manusia. Lembaga yang berdiri pasca perang dunia kedua ini sekarang beranggotakan 44 negara. Sementara itu, portal internet Lycos melaporkan bahwa nama Al Jazeera dan variasinya merupakan salah satu istilah yang paling banyak dicari oleh para pengguna dunia maya ini hingga tiga kali lipat dari istilah seks. Senada dengan Lycos, mesin pencari terkemuka seperti Google mencatat bahwa nama Al Jazeera merupakan istilah yang paling mengalami peningkatan dicari sejak 31 Maret. Selain Al Jazeera, situs lainnya yang mendapat perhatian besar para surfer internet adalah situs Arabia.com, yang terletak di Uni Emirat Arab.(Budi RizaTempo News Room/AFP/San Fransisco Chronicle)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.