Irak Hancurkan Rudal, AS Tetap Akan Menyerang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Penguasa Irak Sabtu (1/3) mulai menghancurkan empat peluru kendali (rudal) Al-Samoud 2 sesuai dengan permintaan Tim Inspeksi Senjata PBB. "Proses penghancuran dimulai pukul 13.30 siang, waktu setempat," kata Direktur Jenderal di Kementerian Informasi, Uday al-Tai, seperti dikutip kantor berita AFP. Proses penghancuran rudal-rudal yang memiliki daya jangkauan melebihi ketetapan PBB bagi Irak itu dilakukan di kompleks militer Al-Taji, 20 kilometer sebelah Utara Baghdad. Proses itu juga disaksikan tim inspeksi senjata PBB. Sebelumnya, Tai mengatakan bahwa inspektur PBB pada hari yang sama juga akan melucuti bahan-bahan pembuat rudal dan akan menghancurkannya. Kepala tim inspeksi PBB, Hans Blix, memang telah memerintahkan Baghdad untuk mulai mengikis rudal, kepala nuklir, komponen-komponen dan sistem pembuatannya. Rudal-rudal itu sendiri melebihi batasan daya jangkau yang ditetapkan PBB sejauh 93 mil (sekitar 150 km). Penguasa Irak mengakui bahwa ada sekitar 100 Al-Samoud 2 yang mereka miliki. Setengah dari jumlah itu telah berada di tangan militer. Namun, tindakan Irak memulai penghancuran rudal Al-Samoud 2 itu tampaknya belum mengubah pendirian pemerintah AS untuk menyerang Irak. Pemerintah George W. Bush bersikeras bahwa langkah yang mampu menghalangi aksi militernya adalah mundurnya Saddam Hussein disertai dengan pelucutan senjata yang menyeluruh. "Saya kira Presiden Bush telah memberikan keterangan cukup jelas di Oval Office. Dia telah mengulangi untuk kesekian kalinya soal pelucutan senjata dan pergantian rezim," kata juru bicara Gedung Putih, Ari Fleischer, Jumat (1/3) waktu setempat. Menurut Fleischer, Presiden Bush telah memprediksi bahwa Irak akan menghancurkan rudal Al-Samoud 2 yang dimilikinya sebagai bagian dari upaya tipuan belaka. Namun demikian, Fleischer mengungkapkan bahwa Presiden Bush masih berharap perang dapat dihindarkan. Bush mengharapkan Saddam Hussein dan pemimpin Irak lainnya mau mengasingkan diri. "Atau dia akan dilucuti secara total dan menyeluruh," ungkap Fleischer. Pemerintah AS juga menilai bahwa dimulainya penghancuran empat rudal Al-Samoud 2 belumlah cukup. "Jika seseorang mengambil sebuah peluru dari dalam selongsong dimana dia masih memiliki enam peluru lainnya, maka dia belum dapat dikatakan terlucuti," kata Fleischer. Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris, Jack Straw, memandang langkah yang diambil pemerintah Irak itu sebagai langkah untuk mengulur-ulur waktu dan menghindari serangan militer. Sebagian besar senjata pemusnah massal, menurut Straw masih tetap disembunyikan oleh penguasa Irak. "Itu adalah pola yang jamak dilakukan," kata dia yang sedang berada di Southport, sebelah barat laut London. Straw mengingatkan tentang dua kata kunci dalam Resolusi 1441 DK PBB yakni menyeluruh dan segera. Itu berarti ketaatan menyeluruh dan segera, kerjasama menyeluruh dan segera, dan pelucutan senjata pemusnah massal secara menyeluruh dan segera. "Bahkan jika Saddam menghancurkan seluruh rudalnya, sejumlah besar bahan kimia berbahaya dan mengandung bibit penyakit masih berada dalam genggaman rezim Saddam," kata Straw yang berbicara di hadapan anggota parlemen dari partainya, Partai Buruh. (Wuragil/afp- Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?