Bom Guncang Bagdad Seusai Buka Puasa, 83 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berkumpul di sekitar lokasi ledakan bom mobil di Baghdad, Irak, 11 Mei 2016. Akibat kejadian ini setidaknya 64 orang tewas. REUTERS/Wissm al-Okili

    Warga berkumpul di sekitar lokasi ledakan bom mobil di Baghdad, Irak, 11 Mei 2016. Akibat kejadian ini setidaknya 64 orang tewas. REUTERS/Wissm al-Okili

    TEMPO.COJakarta - Sedikitnya 83 orang tewas dan 176 lainnya luka-luka dalam dua serangan bom di ibu kota Irak, Bagdad, pada Sabtu, 2 Juli 2016, malam. Sumber lain menyebutkan korban luka mencapai 200-an orang.

    Serangan paling mematikan terjadi di distrik pusat belanja, Karada. Sebuah truk berisi bom meledak di tengah keramaian, sehingga menewaskan 78 orang dan 160 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban adalah keluarga dan anak-anak muda yang berjalan-jalan seusai buka puasa.

    Negara Islam Irak dan Levant/Suriah (ISIL/ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Distrik Karada. Dalam pernyataan yang diunggah secara online, ISIS menyatakan sengaja membidik muslim Syiah. Namun pernyataan itu tidak dapat diverifikasi.

    Beberapa jam setelah ledakan, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengunjungi lokasi kejadian. Namun video-video yang diunggah media sosial memperlihatkan PM Al-Abadi dilempari batu sambil diteriaki "maling". Sang Perdana Menteri dianggap gagal melindungi kawasan yang dihuni mayoritas Syiah dan Kristen tersebut.

    Hingga Minggu pagi, pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api dan mengevakuasi jenazah dari gedung-gedung yang terbakar. Banyak di antara korban adalah anak-anak. Tayangan televisi Reuters memperlihatkan sedikitnya empat gedung rusak berat.

    Serangan kedua terjadi di wilayah timur Bagdad. Sebuah bom rakitan meledak sehingga menewaskan lima orang dan 16 luka-luka. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

    ASSOCIATED PRESS | REUTERS | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.