Jadi Capres Wanita Pertama di Amerika, Ini Kata Hillary Clinton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden, Hillary Clinton melambaikan tangan kearah pendukungnya sebelum menyampaikan pidato dai Super Tuesday di Miami, Florida, 2 Maret 2016. REUTERS/Javier Galeano

    Kandidat presiden, Hillary Clinton melambaikan tangan kearah pendukungnya sebelum menyampaikan pidato dai Super Tuesday di Miami, Florida, 2 Maret 2016. REUTERS/Javier Galeano

    TEMPO.CO, Los Angeles - Hillary Clinton menjadi calon presiden wanita pertama dalam sejarah pemilihan umum Amerika Serikat. Mantan Ibu Negara dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ini akan maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat setelah mengalahkan pesaingnya, Bernie Sanders, pada kontes Super Tuesday kemarin.

    Dalam sambutannya, Clinton menyampaikan sejumlah kritik panas yang mengarah langsung kepada calon presiden dari Partai Republik yang kontroversial, Donald Trump. “Donald Trump tak layak menjadi presiden dan pemimpin tertinggi,” kata Clinton, seperti disiarkan langsung oleh BBC TV, Rabu, 8 Juni 2016.

    Clinton beropini, Trump kerap mencoba membangun dinding antara Amerika Serikat dan negara-negara besar lain, salah satunya Meksiko. “Saat dia bilang, ‘Ayo, kita buat Amerika Serikat lebih besar lagi,’ itu kode untuk mengatakan, ‘Ayo, kita runtuhkan Amerika,’ mengembalikan kita ke masa kesejahteraan hanya milik sebagian orang, tidak semua,” ucap wanita berusia 68 tahun ini.

    Clinton pun menirukan ucapan Trump saat menjanjikan kehidupan ekonomi yang lebih baik, yang menurutnya tak akan bisa terwujud bila Trump menjadi presiden. Menurut Clinton, Demokrat, bila menjelma menjadi pemerintahan yang dia pimpin, sudah memiliki set kebijakan yang lebih baik. “Bagaimanapun, kami ingin menulis ‘bab’ kebesaran Amerika yang berikutnya,” ujarnya.

    Clinton pun meminta Partai Republik, juga pihak independen, mendukungnya. Menurut Clinton, pemilu Presiden Amerika kali ini berbeda dengan sebelumnya. “Ini soal jati diri kita sebagai bangsa, tentang jutaan rakyat Amerika yang serentak mengatakan, ‘kami lebih baik daripada ini’,” tuturnya.

    Clinton menang atas Sanders dengan perolehan 51,5 persen suara. New Jersey dan California adalah dua dari enam negara bagian di Amerika yang terlibat dalam pemungutan suara bakal calon presiden pada Super Tuesday kemarin.

    Clinton berkata kepada pendukungnya dalam suatu kicauan Twitter bahwa kampanye pemilu Presiden Amerika kali ini sudah meruntuhkan semua batasan yang sebelumnya ada. "Malam ini, kita bisa dengan bangga mengatakan, di Amerika, tidak ada hambatan yang terlalu besar dan tidak ada langit-langit terlalu tinggi untuk dicapai," tulis Clinton, Selasa, 7 Juni 2016. "Untuk setiap gadis kecil dengan mimpi besar. Ya, Anda bisa menjadi apa saja yang Anda inginkan.”

    BBC | REUTERS |YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.