Pilot Tempur Ukraina Mogok Makan Diadili Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pilot AU Ukraina, Nadezhda Savchenko menghadiri sidang di Donetsk. REUTERS

    Mantan pilot AU Ukraina, Nadezhda Savchenko menghadiri sidang di Donetsk. REUTERS

    TEMPO.CO, Kremlin - Pilot tempur Ukraina, Nadezhda Savchenko, yang ditahan di Rusia terkait dengan kematian dua jurnalis Rusia selama perang separatis di Ukraina timur, diajukan ke pengadilan, Rabu, 9 Maret 2016. Di ruang pengadilan, dia naik ke atas bangku terdakwa sembari mengangkat jari tengahnya di depan hakim.

    Penerbang helikopter 34 tahun itu dituntut hukuman penjara selama 25 tahun jika terbukti bersalah karena menjadi pahlawan bagi negaranya, Ukraina. Sementara Kremlin mendukung kelompok gerakan sparatisme pro-Rusia yang berusaha menguasai wilayah di sebalah timur Ukraina.

    Pengacara Savchenko, Nikolai Polozov, mengatakan dia menderita penyakit jantung dan deman sejak mogok makan pekan lalu sebagai protes atas kesewenang-wenangan pengadilan. Hidupnya, kata pengacara pilot ini, dalam keadaan bahaya dan dia membutuhkan dokter dari Ukraina.

    "Saya tidak bisa menerima tudingan bersalah oleh pengadilan Rusia," kata Savchenko di ruang pengadilan, sebagaimana disampaikan oleh penerjemah bahasa Ukraina melalui seorang pengacaranya.

    Sebuah siaran melalui jalur online dari ruang pengadilan menunjukkan dia naik bangku terdakwa sambil memperlihatkan jari telunjuk tengah ke majelis hakim.

    Pilot ini ditangkap di Ukraina timur pada 2014 saat berlangsungnya pertempuran antara pasukan Ukraina dengan separatis dukungan Moskow. Selanjutnya ditangani oleh otoritas Rusia. Tidak ada informasi yang jelas bagaimana dia dibawa menyeberang perbatasan Rusia.

    "Pengadilan di kawasan selatan Rusia, Rostov-on-Don, akan memutuskan perkara Savchenko antara 21-22 Maret 2016," tulis Hidustan Times, Kamis, 10 Maret 2016.

    HINDUSTAN TIMES | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.