WSJ Dituding Tak Jujur Soal Dana di Rekening Najib

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pihak 1Malaysia Pengembangan Bhd (1MDB) membantah  dana ke rekening pribadi Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak berasal dari perusahaan yang terkait dengan proyek 1MDB.

    Bantahan 1MDB merepson hasil liputan investigasi Wall Street Journal hari ini, Jumat, 19 Februari 2016. "Bertentangan dengan temuan Wall Street Journal yang tidak berdasar, 1MDB tidak membayar atau mendonasikan dana apapun ke rekening pribadi Perdana Menteri," kata perusahaan itu seperti dikutip dari laman New Straits Times.

    "Ini telah ditegaskan kembali oleh beberapa otoritas sah termasuk Komisi Malaysia Anti-Korupsi (Makabe), Jaksa Agung Malaysia, dan berbagai publikasi internasional terkemuka, yang telah menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari Arab Saudi."

    1MDB juga menuduh Wall Street Journal (WSJ) tidak pernah melakukan konfirmasi ke subjek yang dipertanyakan - dalam hal ini perusahaan ataupun Najib Razak.

    "Karena itu (kami) menyarankan, sebagaimana Wall Street Journal ketahui, bahwa laporan mereka mengenai hal ini belum pernah dipertanyakan, jadi tidak hanya tidak jujur tapi dusta."

    Sebelumnya, menurut hasil penelusuran Editor Keuangan Wall Street Journal (WSJ) Ken Brown, uang berasal dari perusahaan yang terlibat proyek 1Malaysia Pengembangan Berhad (1MDB). Seperti dikutip dari laman Malaysianinsider.com, Jumat, 19 Februari 2016, mereka memiliki bukti pendukung dan penyelidikan internasional yang sedang berlangsung terkait dengan 1MDB dapat membuat Najib berhadapan dengan aparat berwenang.

    "Laporan kami menunjukkan bahwa uang tidak datang dari Arab Saudi, tapi dari sekelompok perusahaan dan rekening bank yang terkait dengan 1MDB," kata Brown dalam wawancara yang dimuat di ABC News pada 12 Februari 2016. "Temuan kami sejauh ini belum dipertentangkan dan kami memiliki banyak bukti untuk mendukung itu."

    NEWS STRAITS TIMES | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.