470 Ribu Penduduk Tewas Akibat Perang 5 Tahun di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah lapak pedagang makanan di sekitar bangunan yang hancur di wilayah kekuasaan al-Shaar di Aleppo, Suriah, 10 Februari 2016. REUTERS/Abdalrhman Ismail

    Sejumlah lapak pedagang makanan di sekitar bangunan yang hancur di wilayah kekuasaan al-Shaar di Aleppo, Suriah, 10 Februari 2016. REUTERS/Abdalrhman Ismail

    TEMPO.CO -  Syrian Center for Policy Reseaerch (RCPR) menjelaskan ada 470 ribu jiwa meninggal dalam perang di Suriah. Ini merupakan data terbaru selama 5 tahun terakhir. Data ini jauh lebih tinggi dibanding hasil hitungan PBB yaitu sebanyak 250 ribu orang. PBB menghentikan pengumpulkan data sejak 18 bulan lalu.

    SPCR menjelaskan, dari 470 korban meninggal akibat perang, sekitar 400 ribu di antaranya meninggal karena kekerasan. Sedangkan sisanya sebanyak 70 ribu orang menjadi korban kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai, obat-obatan, terutama untuk penyakit kronis. Mereka juga kekurangan makanan, air bersih, sanitasi dan perumahan yang layak, terutama bagi mereka yang mengungsi dalam zona konflik.

    "Kami menggunakan metode penelitian yang sangat ketat dan kami yakin angka ini," ujar penulis laporan SPCR Rabie Nasser seperti dilansir dari The Guardian, Kamis, 11 Februari 2016. Dia mengatakan kematian tidak langsung, jumlahnya akan lebih besar di masa depan. Hal itu terjadi meskipun sebagian besar LSM dan PBB mengabaikan mereka.

    "Kami berpikir bahwa dokumentasi PBB dan estimasi resmi meremehkan korban karena kurangnya akses informasi selama krisis," katanya. Dalam istilah statistik, peningkatan angka kematian Suriah dari 4,4 per seribu di 2010 hingga 10,9 per seribu pada tahun 2015.

    Diperkirakan sebanyak 11,5 persen dari penduduk negara itu telah tewas dan terluka sejak krisis meletus pada bulan Maret 2011. Jumlah yang terluka mencapai total 1,9 juta. Harapan hidup warga Suriah telah menurun dari 70 pada 2010 menjadi 55,4 pada 2015. Oposisi Suriah menuntut tindakan segera untuk meringankan penderitaan puluhan ribu warga sipil.

    Palang Merah Internasional mengatakan pada Rabu kemarin bahwa sebanyak 50 ribu orang telah melarikan diri dari pertempuran di utara. Kini mereka dikabarkan membutuhkan pengiriman makanan dan air.

    Sekitar 45 persen penduduk terpaksa pindah untuk menyelamatkan diri. Termasuk empat juta orang yang melarikan diri dan menjadi migran. Sementara 6,36 juta orang masih mengungsi di dalam negeri.

    THE GUARDIAN | ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.