Wabah Kutu Busuk di Detroit, Penyebab Apartemen Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CODetroit - Gara-gara kutu busuk, pria berusia 30 tahun ini menjadi penyebab kebakaran di apartemennya di St. Antoine Gardens, Midtown, Detroit, Amerika Serikat.

    Detroit adalah kota yang paling banyak mendapatkan keluhan mengenai kutu busuk, diikuti Philadelphia, Cleveland, dan Los Angeles.

    Insiden kebakaran bermula saat pria yang tidak disebut namanya itu hendak membasmi kutu busuk yang terdapat pada sofa di apartemennya, pada Minggu petang, 3 Januari 2016. 

    Dia menyemprotkan cairan alkohol ke kutu di sofanya. Lalu menyalakan sebatang rokok dan menyuluti sofanya dengan api yang dia gunakan untuk menyalakan rokok.

    Tiba-tiba api langsung menyambar sofa yang basah oleh alkohol. Api berkobar dan membakar seluruh ruangan, termasuk pria itu.

    "Dalam keadaan terbakar, dia berlari keluar ruangan sambil berteriak meminta pertolongan. Saya takut, dan dia berteriak," kata Yohanan Larsosa, tetangga pria tersebut seperti dilansir Huffington Post pada 10 Januari 2016.

    Larsosa lantas menelepon Dinas Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api di apartemen 120 unit tersebut. Pria itu dapat diselematkan, tapi 4 unit apartemen terbakar habis dan 24 unit lainnya rusak parah. "Orang yang terluka dibawa ke rumah sakit," kata Dan Austin, juru bicara kantor Wali Kota.

    Warga mengatakan kompleks apartemen ini penuh dengan kutu busuk. Mereka telah melapor ke pengelola apartemen, Manajemen Perumahan Millenia (MHM), yang berbasis di Cleveland.

    MHM mengatakan akan bekerja sama dengan Palang Merah untuk menemukan perumahan sementara bagi penyewa yang kehilangan tempat tinggalnya.

    HUFFINGTON POST | NY DAILY NEWS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.