Presiden Erdogan: Turki Butuh Israel!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor belibis hinggap di atas kepala Presiden Turki, Tayyip Erdogan saat sedang mengunjungi sebuah fasilitas dari Kementerian Kehutanan dan Pengelolaan Air di Rize, Turki, 14 Agustus 2015. REUTERS

    Seekor belibis hinggap di atas kepala Presiden Turki, Tayyip Erdogan saat sedang mengunjungi sebuah fasilitas dari Kementerian Kehutanan dan Pengelolaan Air di Rize, Turki, 14 Agustus 2015. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakui negaranya membutuhkan Israel. Ia menyatakan kedua negara berupaya membicarakan kesepakatan untuk menormalkan hubungan.

    Erdogan menjelaskan, sejak bulan lalu mereka mengupayakan kemajuan atas pembicaraan rahasia untuk memulihkan hubungan kedua negara. "Israel sangat membutuhkan sebuah negara seperti Turki di wilayah ini," katanya, Sabtu, 2 Januari 2016, dikutip dari AFP.

    "Dan kita juga harus menerima bahwa kita perlu Israel. Ini adalah realitas," ujarnya. Turki dan Israel terlibat perseteruan setelah penyerbuan mematikan oleh pasukan Israel pada 2010 terhadap kapal bantuan Turki, Mavi Marmara, menuju Gaza, Palestina.

    Hubungan Israel dengan Turki terbentuk sejak 1949. Turki menjadi negara mayoritas muslim pertama yang mengakui negara Yahudi itu. Keduanya menjalin hubungan kerja sama militer, strategis, dan diplomatik. Namun hubungan mereka menegang karena konflik Palestina-Israel yang tak kunjung reda.

    Bulan lalu, Erdogan mengadakan pembicaraan tertutup dengan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Meshaal. Namun ia tak pernah mengungkapkan isi pembicaraan dengan pemimpin gerakan Islam Palestina itu.

    AFP | REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.