Membantu Bocah Tersedak Makanan, Paramedis Ini Diskors  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang paramedis bernama Qwasie Reid, dilaporkan telah diskors tanpa dibayar karena membantu seorang gadis yang tersedak di New York. Fox News via YouTube

    Seorang paramedis bernama Qwasie Reid, dilaporkan telah diskors tanpa dibayar karena membantu seorang gadis yang tersedak di New York. Fox News via YouTube

    TEMPO.CO, New York - Seorang paramedis diskors dari pekerjaannya setelah bertindak menyelamatkan seorang anak yang tercekik tanpa izin.

    Saat itu, Qwasie Reid, teknisi medis darurat di New York, Amerika Serikat, sedang mengantar pasien ke pusat medis untuk bertemu dokter ketika seorang pria, dekat sebuah sekolah di Brooklyn, menahan ambulansnya meminta bantuan menyelamatkan seorang anak yang tercekik.

    Meskipun dilarang oleh rekan kerjanya untuk keluar menyelamatkan anak itu, Qwaise tetap bergegas menyelamatkan anak berusia 7 tahun yang tercekik sandwich.

    Qwasie bertindak mengeluarkan sandwich tersebut dan memberikan bantuan pernapasan pada anak malang itu.

    Menurut Qwasie, saat tiba di lokasi, dia menemukan bibir serta wajah Noelia Echavarria, berubah menjadi biru dan tidak ada yang memberi bantuan awal kepadanya.

    Namun tindakannya yang memberhentikan ambulans tanpa izin telah menyebabkan dia digantung kerja tanpa gaji oleh majikannya.

    Qwaise tidak menyesali tindakannya itu dan mengatakan dia tetap akan membantu orang banyak meskipun harus menghadapi risiko dipecat.

    "Sebagai petugas perawatan, saya tidak pedulikan tentang uang," katanya seperti dilansir dari Independent pada Senin, 2 November 2015.

    Sayangnya, anak tersebut meninggal dunia pada 23 Oktober lalu setelah dokter menghentikan mesin pendukung kehidupan.



    INDENPENDENT|YON DEMA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.