Resmi Memimpin IORA, Ini Target Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu RI, Retno LP Marsudi, beri keterangan pers terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, di Kantor Kemenlu, Jakarta, 17 Februari 2015. Selain protes dari pemerintah Australia, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengecam eksekusi mati tersebut, namun pemerintah Indonesia tetap pada apa yang telah ditetapkan. TEMPO/Imam Sukamto

    Menlu RI, Retno LP Marsudi, beri keterangan pers terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, di Kantor Kemenlu, Jakarta, 17 Februari 2015. Selain protes dari pemerintah Australia, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengecam eksekusi mati tersebut, namun pemerintah Indonesia tetap pada apa yang telah ditetapkan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Padang - Indonesia secara resmi didaulat memimpin Indian Ocean Rim Association (IORA)—satu-satunya organisasi regional negara-negara di sepanjang Samudra Hindia—periode 2015-2017. Serah-terima tersebut dilakukan pada pertemuan Council of Minister (COM) IORA di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama maritim dalam membangun perdamaian di Samudra Hindia yang damai dan stabil. "Kita menyadari pentingnya sumber daya laut, keamanan dan stabilitas, serta kerja sama maritim di Samudra Hindia untuk kesejahteraan masyarakat negara anggota IORA," ujar Retno.

    Didampingi Afrika Selatan sebagai Wakil Ketua IORA, kata Retno, Indonesia akan mengintensifkan kerja sama IORA pada berbagai bidang. Tidak saja pada bidang perekonomian, tapi juga politik dan budaya.

    Indonesia juga menyampaikan beberapa inisiatif kerja sama baru untuk meningkatkan kapasitas 20 negara yang tergabung dalam IORA. Di antaranya melakukan lokakarya wisata budaya.

    Retno mengatakan Indonesia juga akan mendirikan pusat inovasi bisnis IORA dan kerja sama pendidikan para diplomat negara IORA. Juga melaksanakan Indian Ocean Dialogue ketiga untuk membahas tantangan pada bidang keamanan regional.

    "Kerja sama di IORA telah memungkinkan kita untuk menggali sejumlah potensi dan meningkatkan kapasitas negara-negara di kawasan," tutur Retno.

    Selain memperkuat kolektif negara-negara IORA, Indonesia juga akan memperkuat kelembagaan IORA dan mendorong regionalisme di Samudra Hindia. Karena itu, dalam dua tahun ke depan, negara-negara IORA akan membentuk IORA Concord.

    Menurut Retno, IORA Concord ini akan diadopsi pada ulang tahun IORA ke-20 tahun pada 2017. "Kita juga berencana mengadakan KTT IORA yang pertama pada tahun 2017 tersebut," ucapnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.