Gagal Mesin, Cathay Pacific Mendarat Darurat di Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cathay Pacific. REUTERS/Beawiharta

    Cathay Pacific. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Denpasar -  Sebuah pesawat komersial, Cathay Pacific, yang terbang dari Australia menuju Hong Kong, harus dialihkan ke Indonesia karena adanya kesalahan mesin, Jumat, 25 September 2015. Seorang penumpang mengatakan melihat api di sayap pesawat. Kejadian itu menimbulkan kepanikan di antara penumpang.

    Dikutip dari Washington Post, 25 September 2015, pesawat Airbus A330 dengan mesin kembar itu sedang dalam perjalanan dari kota pantai barat Australia, Perth, pada Kamis, 24 September 2015, sesaat sebelum tengah malam membawa 254 penumpang.

    "Pesawat dialihkan ke Denpasar, Bali, akibat kegagalan mesin," kata maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong itu dalam sebuah pernyataan. Mesin kemudian dimatikan dan pendaratan darurat diumumkan. Beruntung, pendaratan dilakukan dengan selamat dan tidak ada yang terluka.

    Seorang penumpang bernama Joel Sirna mengatakan penumpang dibangunkan oleh suara dentuman keras di dalam pesawat. Mereka kemudian terkejut setelah menyadari telah berada di lepas pantai Bali. "Di tengah penerbangan, kami mendengar ledakan keras dan pesawat mulai bergetar," katanya kepada Perth Radio 6PR dari Denpasar, Bali.

    "Semua lampu padam dan saya melihat ke jendela dan melihat beberapa percikan api--sayap dan mesin terbakar," katanya. Testimoni ini dibantah maskapai. Perwakilan Cathay Pacific mengatakan tidak ada kebakaran di pesawat.

    "Ada laporan bahwa beberapa penumpang melihat percikan api dari jendela. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa apa yang saksi lihat adalah cahaya karena kegagalan mesin, bukan api," kata maskapai itu. Cathay Pacific mengatakan sedang menyelidiki penyebab insiden ini.

    WASHINGTON POST | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.