ISIS Jadikan Pengidap HIV sebagai Martir Bom Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah militan ISIS meletakan dan menanam beberapa bom di dalam tanah. Bom ini digunakan untuk mengeksekusi 10 tahanan. Afghanistan, 10 Agustus 2015. Dailymail

    Sejumlah militan ISIS meletakan dan menanam beberapa bom di dalam tanah. Bom ini digunakan untuk mengeksekusi 10 tahanan. Afghanistan, 10 Agustus 2015. Dailymail

    TEMPO.CO, Damaskus - Kelompok ekstremis Negara Islam Irak Suriah (ISIS) telah menggunakan militannya yang menderita virus berbahaya dan mematikan untuk dijadikan pembom bunuh diri.

    Setidaknya tercatat sebanyak 16 anggota militan ISIS yang terinfeksi virus HIV diarahkan untuk melakukan serangan bunuh diri. Hal tersebut dibocorkan oleh seorang dokter yang merawat mereka.

    Daily Mail melaporkan pada 20 Agustus 2015, dokter tersebut mengungkapkan hal itu setelah memerikasa beberapa orang yang terinfeksi virus HIV akibat hubungan seks tanpa perlindungan dengan dua wanita Maroko yang dipaksa menjadi wanita penghibur.

    Dokter tersebut mengatakan beberapa orang yang terinfeksi HIV itu adalah anggota militan ISIS yang dirawat di sebuah rumah sakit yang dikelola ISIS di Kota Al-Mayadeen, timur Suriah.

    Dokter yang tak ingin namanya disebut itu mengatakan beberapa orang tersebut diarahkan oleh barisan kepemimpinan kelompok untuk diisolasi di Kota Al-Mayadeen. Menurut sumber itu tersebut, kedua wanita warga Maroko itu melarikan diri ke Turki karena khawatir akan dibunuh oleh ISIS.

    Seorang sumber lain di Al-Mayadeen memberi tahu bahwa timbul keributan di kalangan kepemimpinan kelompok itu ketika mereka akan menugaskan setiap anggota militan yang dikonfirmasi positif HIV untuk meluncurkan serangan berani mati.

    Dikatakan HIV telah sering terjadi di ISIS karena sejumlah besar pejuang 'adalah pecandu narkoba atau memiliki latar belakang kriminal' dan penyakit menyebar dengan cepat karena ekstremis sering bertukar istri dan wanita penghibur.

    DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.