Wartawan New York Times Dibebaskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Judith Miller, wartawan harian New York Times yang menolak membuka sumbernya, Kamis (29/9), dibebaskan setelah 12 pekan menghuni tahanan. Ia dibebaskan setelah berbicara melalui telepon dengan kepala staf Wakil Presiden Dick Cheney, Lewis Libby.Miller ditahan sejak 6 Juli lalu, karena menolak membuka sumber artikelnya, kepada penyidik federal. Artikel itu dianggap membuka identitas agen rahasia CIA, Valerie Plame. Menurut New York Times, Miller dibebaskan setelah bersama pengacaranya bersepakat untuk memberi kesaksian sebelum gran juri mulai menyelidiki kasus ini.?Keputusannya untuk bersaksi diambil setelah dia (Miller) mendapatkan surat pernyataan pribadi dan sukarela dari sumber, bahwa Miller tak lagi terikat dengan janji rahasia yang telah ia buat,? demikian tulis Times.Miller dan wartawan majalah Time Matthew Cooper dijerat karena mengungkapkan identitas agen rahasia CIA, Valerie Plame, yang menentang rencana invasi ke Irak. Keduanya dituduh melanggar hukum federal Amerika. Namun, Cooper bebas dari penahanan karena bersedia membuka sumbernya.Nama Plame pertama kali muncul di media massa melalui kolom yang ditulis reporter senior Robert Novack pada 2003, dengan mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih. Delapan hari sebelum artikel itu ditulis, suami Plame, mantan duta besar Joe Wilson, mengkritik Presiden George W. Bush yang menuduh Irak telah membeli uranium dari Niger. Munculnya artikel Novak mengejutkan Wilson karena nama istrinya sebagai agen rahasia bocor. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.