Atlet Australia Ini Terbang dengan Masuk Peti Barang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Lempar Lembing. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi Lempar Lembing. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Adelaide - Kisah Reginald James "Reg" Spiers, bekas atlet lempar lembing  Australia,  tetap menarik  kendati sudah sering diceritakan. Petulangan lelaki yang lahir pada 14 Desember 1941 ini dipaparkan lagi oleh BBC belum lama ini secara lengkap. Apa lagi kalau bukan kisahnya pada 1964 ketika mengirim dirinya dari Inggris ke Australia lewat jasa pengirim barang agar tak membayar tiket pesawat.

    Reg Spiers yang besar di Adelaide, Australia, saat itu luntang-lantung di  di London tanpa memiliki uang untuk membeli tiket pesawat guna pulang ke negaranya. Padahal, ia sangat  ingin kembali ke Australia untuk ulang tahun putrinya. Karena itu, ia memutuskan untuk  membuat kotak kayu, mengepak dirinya untuk di kirim ke  negaranya.

    "Saya masuk saja ke kotak itu dan berangkat. Apa yang perlu ditakutkan? Saya tidak takut kegelapan, jadi saya duduk saja di situ," ujar dia kepada BBC. Reg Spiers kini menceritakan petualangannya dengan santai, seolah-olah yang dilakukannnya bukan apa-apa. Tapi pada saat itu kisahnya ini menyebabkan kehebohan di media massa di Australia.

    Keperluan Spiers di Inggris untuk memulihkan diri dari cedera yang menghalangi karier sebagai pelempar lembing. Ia berusaha untuk masuk tersaring ke Olimpiade Tokyo 1964. Setelah upaya itu tak berhasil, Spiers memutuskan kembali ke Australia dan bekerja di bandar udara buat mendapatkan uang. Setelah duit terkumpul, dompet dicuri, sehingga akhirnya ia berbuat nekat mengirim dirinya lewat peti kayu.

    Setelah tiga hari Spiers harus berada dalam peti yang pengap, ia akhirnya selamat sampai Australia. Sayang, setelah melakukan petualangan hebat itu, Spiers kemudian tergoda lagi membuat petulangan lain yang melanggar hukum, seperti yang belakangan dikisahkan dalam dalam bukunya, Out of the Box (2014).

    Pada 2 Juni 1987, Spiers dinyatakan bersalah atas empat tuduhan memiliki heroin dan terancam hukuman berat. Lewat banding, ia mendapat keringanan hukuman sehingga hanya menjalani 5 tahun penjara di Adelaide.

    BBC | MIRROR| TELEGRAPH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?