Presiden Termiskin di Dunia Undur Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Uruguay, Jose Mujica, menuju tempat pemilihan suara dalam pemilihan presiden putaran kedua di Montevideo, Uruguay, 30 November 2014. Sosok Mujica menarik perhatian dunia karena kesederhanaannya seperti, hanya menerima 10 persen gajinya dan sisanya disumbangkan, tak mau tinggal di istana presiden, mengendarai kendaraan tua dan tak mau dikawal. PABLO PORCIUNCULA/AFP/Getty Images

    Presiden Uruguay, Jose Mujica, menuju tempat pemilihan suara dalam pemilihan presiden putaran kedua di Montevideo, Uruguay, 30 November 2014. Sosok Mujica menarik perhatian dunia karena kesederhanaannya seperti, hanya menerima 10 persen gajinya dan sisanya disumbangkan, tak mau tinggal di istana presiden, mengendarai kendaraan tua dan tak mau dikawal. PABLO PORCIUNCULA/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO , Montevideo:Presiden Urugay, Jose Mujica atau disapa Pepe resmi mengakhiri tugasnya pada 1 Maret 2015 setelah lima tahun menjalankan pemerintahan. Mujica yang dijuluki presiden termiskin di dunia dianggap berhasil memperbaiki masalah kemiskinan, pengangguran, dan pajak.

    Mujica mengakhiri tugasnya dengan mendapat persetujuan 65 persen suara. Sayang, berdasarkan konstitusi Uruguay, ia tidak boleh maju lagi sebagai presiden.

    Presiden yang juga dijuluki presiden idaman setiap negara, menyerahkan pemerintahannya kepada Tabare Vazque. "Lebih baik dari saya dan dia akan sukses lebih besar lagi," kata Mujica memuji Tabare seperti dikutip dari Russia Today, 1 Maret 2015.

    Mantan pemimpin gerilya Tupamaro yang hidup di penjara selama 13 tahun di masa diktator militer berkuasa, melakukan banyak gebrakan selama menjabat sebagai presiden. Ia pun  menghadapi banyak tantangan selama menjalankan tugasnya.

    "Saya menjadi presiden dengan idealisme yang tinggi, tetapi kemudian realitas ternyata menyakitkan" kata Mujica kepada satu media setempat yang kemudian dikutip oleh AFP.

    Mujica percaya jika ia berhasil menempatkan uruguay dalam peta dunia, mengubah Uruguay dari negara peternakan menjadi negara ekspor energi. Brasil, Cina, Argentina, Venezuela, dan Amerika Serikat adalah negara-negara yang menjadi pasar bagi barang ekspor Uruguay.

    Berdasarkan data yang dikeluarkan World Bank, Perekonomian Uruguay bertumbuh menjadi US $ 55 miliar, rata- rata meningkat 5,7 persen secara berturut-turut sejak tahun 2005.

    Uruguay berhasil mempertahankan tren menurunkan rasio utang terhadap PDB- dari 100 persen pada tahun 2003 menjadi 60 persen di tahun 2014. Menurunkan biaya utang, dan mengurangi ketergantungan pada dolar- 80 persen pada tahun 2002 menjadi 50 persen di tahun 2014.

    "Kami telah memiliki tahun-tahun yang positif. Sepuluh tahun yang lalu, 39 persen masyarakat Uruguay hidup di bawah garis kemiskinan, kami telah menekannya menjadi sekitar 11 persen, dan kami telah mengurangi kemiskinan dari sebelumnya 5 persen menjadi tinggal 0,5 persen" kata Mujica .

    Kebijakannya yang dianggap paling progresif adalah melegalkan aborsi dan pernikahan sesama jenis. Ia juga memberikan tempat kepada para tahanan Guantanamo. Sebanyak enam mantan tahanan Amerika Serikat yang dijebloskan ke penjara tanpa proses hukum, tiba di Urugay pada Desember lalu. Mereka berstatus sebagai pengungsi. Keenam orang itu berkewarganegaraan Suriah, palestina, dan Tunisia.

    Selama menjabat sebagai presiden Uruguay, Mujica menolak tinggal di rumah dinasnya yang mewah . Ia memilih tinggal di rumah miliknya di kawasan peternakan di luar kota Montevideo bersama istri dan anjingnya yang memiliki tiga kaki.  

    Mujica juga menyumbangkan 90 persen gajinya sebagai presiden untuk kegiatan amal sosial. Alasannya, ia tidak membutuhkan uang itu. Dia pun hanya mengendarai mobil Volkswagen Beetle buatan tahun 1987.

    RUSSIA TODAY |REUTERS | MECHOS DE LAROCHA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.