Rabu, 21 November 2018

Wabah Flu Babi di India, 800 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para penumpang kereta api memakai masker untuk mencegah penularan flu babi di Kobe, Jepang (19/5). Pemerintah Jepang mengumumkan ditemukan lagi 20 penderita flu babi. Foto: AP/Kyodo News

    Para penumpang kereta api memakai masker untuk mencegah penularan flu babi di Kobe, Jepang (19/5). Pemerintah Jepang mengumumkan ditemukan lagi 20 penderita flu babi. Foto: AP/Kyodo News

    TEMPO.CO, New Delhi -Virus H1N1 atau dikenal dengan sebutan flu babi telah menewaskan lebih dari 800 orang di India sejak awal tahun ini. Menurut beberapa pejabat kesehatan di negara itu, korban terus bertambah dalam beberapa pekan belakangan ini.

    Data statistik Kementerian Kesehatan India menyatakan, hingga pekan lalu, flu tersebut merenggut lebih dari 38 jiwa. ”Total korban meninggal berjumlah 812,” demikian data statistik Kementerian Kesehatan India yang dilansir pekan lalu.

    Menurut Kementerian Kesehatan India, seperti dikutip China Development Gateway, sedikitnya 13.688 orang telah terserang virus H1N1 di seluruh negeri itu selama satu bulan dan tiga pekan terakhir. Pemerintah India menyatakan telah mengikuti perkembangan situasi tersebut dengan seksama dan telah mengirim beberapa tim medis ke daerah pedesaan untuk membantu dinas kesehatan lokal mengendalikan penyebaran wabah mematikan tersebut.

    Menurut data tersebut, negara bagian Rajasthan dan Gujarat di India Barat termasuk wilayah yang paling parah terserang wabah ini. Masing-masing jumlah korban di dua wilayah itu adalah  212 dan 207 korban jiwa.

    Meskipun demikian, pejabat kesehatan mengatakan situasi masih terkendali dan jumlah orang yang terjangkit serta meninggal diperkirakan akan turun dalam beberapa pekan mendatang seiring dengan cuaca dan udara yang semakin menghangat.

    CHINA DEVELOPMENT GATE | WINONA AMANDA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.