Wow, Monyet di India Ini Warisi Rumah dan Tanah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi monyet peliharaan. AP/Rajesh Kumar Singh

    Ilustrasi monyet peliharaan. AP/Rajesh Kumar Singh

    TEMPO.COUttar Pradesh - Pasangan suami-istri di India menjadikan seekor monyet sebagai anak sekaligus ahli waris yang bakal memiliki rumah, tanah, tabungan, dan kekayaan lain. Pasangan ini memilih merawat monyet setelah dijauhi keluarganya karena menikah beda agama.

    Brajesh dan Shabista Srivastava semula membeli bayi monyet sebesar US$ 8 pada sekitar satu dekade lalu. Monyet yang diberi nama Chunmun itu telah membantu mengusir kesepian pasangan yang tidak dikaruniai keturunan itu.

    Brajesh, 48 tahun, merupakan pria beragama Hindu. Sedangkan istrinya, Shabista, 45, beragama Islam. Gara-gara nikah beda agama ini, mereka dijauhi keluarga. Mereka berharap monyet yang dijadikan anak itu bisa hidup 25-30 tahun untuk menjadi ahli waris tunggal kekayaan mereka.

    ”Kami ingin memastikan, bahkan ketika kami tidak hidup lagi, kehidupan Chunmun tidak akan terganggu, dan dia terus hidup dengan cara yang dia lakukan,” kata Shabista, seperti dilansir Newser, Ahad, 22 Februari 2015.

    Sejak dijadikan anak, monyet tersebut tinggal di sebuah rumah dengan ruang ber-AC. Monyet itu tidak sendirian, karena dia juga dicarikan pasangan, yakni monyet betina bernama Bitti Yadav.

    Jatah makan pasangan hewan primata ini pun tidak sembarangan, yakni makanan khas Cina, buah, susu, dan jus. Bahkan mereka dinikahkan secara resmi oleh Shabista. Tak cukup, Shabista bahkan mengundang ratusan orang untuk menghadiri pernikahan monyet yang dijadikan anaknya itu.

    “Orang-orang mungkin akan mengatakan kami gila," kata wanita yang berprofesi sebagai pengacara itu. "Tapi kami tahu, betapa berharganya Chunmun bagi kami.”

    NEWSER | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.