Orang Ngawi Ini Menang di Pengadilan Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erwiana Sulistyaningsih, mantan pembantu rumah tangga asal Indonesia mengangkat kepalan tanggannya saat tiba di pangadilan Hong Kong, 10 Februari 2015. Erwiana dianiaya oleh Law selama beberapa bulan sebelum dikirimkan kembali ke kampung halamannya, Sragen, Jawa Tengah. REUTERS/Bobby Yip

    Erwiana Sulistyaningsih, mantan pembantu rumah tangga asal Indonesia mengangkat kepalan tanggannya saat tiba di pangadilan Hong Kong, 10 Februari 2015. Erwiana dianiaya oleh Law selama beberapa bulan sebelum dikirimkan kembali ke kampung halamannya, Sragen, Jawa Tengah. REUTERS/Bobby Yip

    TEMPO.COMadiun - Rohmat Saputra, ayah Erwiana Sulistyaningsih, bernapas lega setelah menerima kabar tentang kemenangan anaknya di  pengadilan Hong Kong. Majikan Erwiana diputus bersalah telah menyiksa dan menganiaya Erwiana, tenaga kerja Indonesia. "Saya bersyukur dalam kasus ini Erwiana bisa menang," kata Rohmat saat dihubungi Tempo, Selasa petang, 10 Februari 2015.

    Warga Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ini menerima kabar kemenangan anaknya di pengadilan Hong Kong melalui sambungan telepon seluler dari Erwiana, Selasa siang. Informasi itu juga disampaikan lembaga bantuan hukum yang mendampingi pada proses persidangan. "Majikan Erwiana di Hong Kong dinyatakan bersalah," ujar Rohmat.

    Majikan Erwiana, Law Wan Tung, didakwa bersalah atas tuduhan melakukan penganiayaan terhadap Erwiana. Hakim pengadilan di Hong Kong, Amanda Woodcock, memvonis majikan Erwiana bersalah atas 18 dari 20 dakwaan, termasuk penyiksaan fisik, intimidasi pidana, tidak membayar upah, dan tidak memberikan hari libur kepada Erwiana.

    Law terbukti mengancam akan membunuh Erwiana dan keluarganya dengan mengatakan, antara lain, suaminya sangat kaya dan memiliki koneksi di Indonesia. Ancaman itu membuat Erwiana takut melaporkan majikannya tersebut ke pihak berwajib.

    Selain itu, Law terbukti memukul sangat keras hingga membuat gigi Erwiana retak. Law juga telah memasukkan logam penyedot debu ke mulut Erwiana selama sepuluh detik, sehingga mengakibatkan mulut wanita itu sobek.

    Rohmat mengaku tidak mengetahui secara detail tentang vonis hakim dalam persidangan tersebut. Sebab, dia dan Suratmi, istrinya, tetap tinggal di rumah. Hanya, sesuai informasi yang diterima dari pihak lembaga bantuan hukum Erwiana, hakim akan menjatuhkan hukuman kepada majikan Erwiana, Law Wan Tung, pada Jumat, 27 Februari 2015.

    Juru bicara Jaringan Buruh Migran Indonesia, Karsiwen, membenarkan hal tersebut. Selama menunggu hakim menjatuhkan hukuman yang harus diterima Law Wan Tung, Erwiana direncanakan pulang ke Ngawi pekan depan. "Erwiana dan keluarga kami agendakan menggelar konferensi pers," ujar Karsiwen. 

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.