ISIS Eksekusi Tiga Warga Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Cina  berjalan melalui depan Masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Sejumlah tentara ini berjaga dikawasan ini karena adanya insiden penyerangan warga etnis Uighur dan Han. Getty Images

    Sejumlah tentara Cina berjalan melalui depan Masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Sejumlah tentara ini berjaga dikawasan ini karena adanya insiden penyerangan warga etnis Uighur dan Han. Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing - Kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membunuh tiga milisi asal Cina. Ketiganya, tulis media pemerintah Cina, dieksekusi karena ingin melepaskan diri dari ISIS untuk bertempur di Timur Tengah.

    Cina sangat menaruh perhatian terhadap meningkatnya gerakan ISIS. Hal itu menimbulkan kekhawatiran berdampak pada kawasaan di Xinjiang, yang terletak di perbatasan Pakistan dan Afganistan. Meskipun demikian, Cina tidak menunjukkan tanda-tanda ambil bagian dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat menggunakan militernya guna melawan kelompok militan itu.

    Menurut catatan Global Times, tabloid milik partai komunis Cina, pada Desember 2014, sekitar 300 kaum garis keras Cina bergabung bersama ISIS melalui Turki. Tabloid ini dalam edisi Kamis, 5 Februari 2015, setelah mengutip keterangan pejabat keamanan Kurdi, menyebutkan seorang pria Cina ditangkap, diadili, dan ditembak di Suriah pada akhir September 2014 setelah dia kecewa dengan langkah jihad yang ditempuh. "Dia ingin kembali ke Turki untuk kuliah."

    "Dua milisi Cina yang lain dipancung kepalanya pada akhir Desember 2014 di Irak bersama sebelas orang lainnya yang berasal dari enam negara. ISIS menuduh mereka berkhianat dan mencoba melarikan diri," kata pejabat sebagaimana dikutip media Cina.

    ISIS, kelompok bersenjata yang menguasai sebagian wilayah di utara dan timur Suriah serta bagian utara dan barat Irak, telah membunuh ratusan orang dalam berbagai pertempuran sejak akhir Juni 2014 saat mereka mendeklarasikan kekhalifahan.

    Sejumlah pejabat di Cina menyalahkan kelompok separatis Gerakan Islam Turki Timur (ETIM) karena mengekspor kekerasan di Xinjiang, kawasan yang dihuni mayoritas muslim Uighur. Namun Cina masih samar-samar mengenai jumlah warganya yang berperang di Timur Tengah.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, tidak memberikan komentar atas kematian warganya dalam acara jumpa pers, tetapi menerangkan bahwa Cina menentang semua bentuk terorisme. "Cina ingin bekerja sama dengan komunitas internasional untuk melawan pasukan teroris, termasuk ETIM, penjaga keamanan global, dan stabilitas," kata Hong.

    AL ARABIYA | CHOIRUL 


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.