Jokowi Kalahkan Obama di Voting Majalah TIME  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden A.S Barack Obama (kanan) bertemu Presiden Jokowi di Beijing, Cina, 10 November 2014. Kedua pemimpin negara ini berada di Beijing untuk menghadiri KTT APEC. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden A.S Barack Obama (kanan) bertemu Presiden Jokowi di Beijing, Cina, 10 November 2014. Kedua pemimpin negara ini berada di Beijing untuk menghadiri KTT APEC. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali membuat kejutan. Jokowi, sapaan Joko Widodo, mengungguli Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam voting Person of the Year majalah TIME.

    Hingga hari ketiga voting, Jumat malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Jokowi berada di peringkat 17 dari 50 calon, dengan voting 1,8 persen. Raihan Jokowi ini mengungguli Obama yang berada di posisi ke-23 dengan raihan 1,6 persen.

    Posisi pertama ditempati Perdana Menteri India Narendra Modi dengan jumlah suara 13,5 persen. Jauh di bawahnya berada Presiden Rusia Vladimir Putin dengan perolehan suara 7,1 persen, diikuti Menteri Luar Negeri AS John Kerry dengan 4,9 persen.

    Di bawah Kerry terdapat peraih hadiah Nobel Perdamaian 2014 yang juga remaja aktivis pendidikan asal Pakistan Malala Yousafzai dengan 3,9 persen disusul para dokter dan perawat Ebola dengan perolehan suara 3,4 persen.

    Pada pemilihan tahun ini juga terdapat nama seperti Paus Fransiskus I, Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Suriah Bashar al-Assad, penyanyi Amerika Serikat Beyonce, bahkan pimpinan kelompok militan ISIS Abu Bkr al-Baghdadi.

    Ini merupakan kedua kalinya Jokowi masuk dalam kandidat Person of The Year versi Majalah Time. Sebelumnya, Presiden Jokowi itu juga pernah dicalonkan pada 2012. Saat itu yang terpilih adalah Barack Obama.

    TIME | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.