G-20, Jokowi Beberkan Strategi Dorong Pertumbuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedatangan Jokowi di Brisbane, Australia, menjadi sorotan media asing. bbc.com

    Kedatangan Jokowi di Brisbane, Australia, menjadi sorotan media asing. bbc.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, ia akan mempertahankan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia. Ia juga akan mendorong pertumbuhan kelas lain di Indonesia.

    "Bukan saja akan menjaga pertumbuhan kelompok berpendapatan menengah itu, tapi justru menjadikan kelompok lainnya yang lebih besar lagi, yaitu kelompok menengah-bawah dan kelompok berpendapatan rendah, sebagai pilar pertumbuhan Indonesia yang akan lebih besar lagi ke depan," kata Jokowi saat menyampaikan pandangan dalam sesi retreat KTT G-20 di Brisbane Exhibition and Convention Center, Sabtu, 15 November 2014. (Baca: G20, Jokowi: Ikut Juga Belum, Sudah Disuruh Keluar)

    Menurut dia, pola pertumbuhan yang menyeluruh dan bertumpu kepada kelompok-kelompok yang selama ini belum memiliki akses yang cukup terhadap pembangunan akan sejalan dengan tujuan Indonesia bersama negara-negara anggota G-20. "Yaitu pertumbuhan yang kuat, berkelanjutatan, seimbang, dan inklusif," ujarnya. (Baca: G-20, Abbott Atur Duduk Jokowi Sejak 20 Oktober)

    Jokowi menilai pertumbuhan di semua kelas akan menjadi sumbangan Indonesia pada lima tahun ke depan, khususnya dalan mendorong ekonomi secara nasional dan pertumbuhan ekonomi global. (Baca: Manfaat Indonesia di G20, Begini Kata JK)

    ANANDA TERESIA

    Berita Lain
    Ini Profil Mahasiswi yang Nyabu Bareng Dosen Unhas
    Jokowi Berbisik, Xi Jinping pun Luluh 

    Diplomasi Blak-blakan Jokowi Jadi Perhatian Dunia 

    Ada Gempa, Jokowi Telepon Maluku-Sulut-Gorontalo
    Pamer Foto, Abbot Salah Mention Akun Jokowi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.