Baju 'Mao Zedong' KTT APEC Jadi Tren Mode di Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana, berpose bersama Presiden Cina Xi Jinping (2 dari kanan) dan istrinya Peng Liyuan (kanan) serta Prresiden Amerika Serikat Barack Obama dalam balutan busana tradisional Cina, di KTT APEC 2014 di Beijing, Tiongkok, Senin 10 November 2014. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana, berpose bersama Presiden Cina Xi Jinping (2 dari kanan) dan istrinya Peng Liyuan (kanan) serta Prresiden Amerika Serikat Barack Obama dalam balutan busana tradisional Cina, di KTT APEC 2014 di Beijing, Tiongkok, Senin 10 November 2014. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Baju ungu yang dikenakan para pemimpin negara di Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) tanggal 10 November lalu jadi tren mode  di Cina. Sejumlah toko baju di Cina terlihat memasang baju mirip Mao Zedong, pemimpin besar Cina, sebagai item fashion terbaru mereka. (Baca: Di APEC, Kepala Negara Pakai Baju Mirip Jas Mao)

    Detail kerah berdiri, lengan raglan, jubah mantel, dua layer kain di bagian dada, dan motif khas "Air Cube" memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Peluang tersebut dibaca dengan baik dengan pengusaha tekstil di Cina, dan muncul versi tiruan. Media Enews163.com, Jumat, 14 November 2014, melansir seragam itu dijual seharga Rp 575.808 untuk desain pria. Sedangkan untuk desain wanita dijual seharga Rp 794.973. (Baca: Baju Jokowi, Kritikus Mode:Tak Kelihatan Kampungan)

    Dalam sehari, pemilik usaha tekstil Taobao menerima 20-an pesanan. Sebelum pelaksanaan APEC, mereka juga menjual pakaian Cina gaya modern. Mereka mengatakan barang tiruan mereka memiliki kualitas, dan permintaan terus meningkat hingga mereka berencana membuka pabrik permanen.

    Dilansir dari EN Netease News 163 pada 13 November 2014, baju APEC untuk laki-laki dibagi menjadi ukuran M, L, XL, dan XXL dengan pilihan warna biru merah dan ungu. Sedangkan model wanita dengan pilihan ukuran yang sama, dibagi dalam dua warna, biru dan merah.

    Pemilik toko mengatakan bahwa tren model ini tidak permanen, jadi hanya diproduksi beberapa hari saja. Sedangkan toko baju yang memiliki koleksi baju Cina modern, menjelang dan sesudah KTT APEC melipatgandakan harga koleksi mereka hingga dua kali lipat.

    INTAN MAHARANI | ENEWS163.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.