Bom Bunuh Diri ISIS di Irak Tewaskan 59 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan Masjid Nabi Yunus rata dengan dengan usai dibom oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Mosul, Irak, 24 Juli 2014. REUTERS

    Bangunan Masjid Nabi Yunus rata dengan dengan usai dibom oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Mosul, Irak, 24 Juli 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Kurdi - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengklaim serangan tiga bom bunuh diri yang menewaskan setidaknya 59 orang dan melukai 120 lainnya di wilayah pemerintah pusat Kurdi, Irak, pada Ahad, 12 Oktober 2014. Menurut laporan, pelaku bom bunuh diri itu berkebangsaan Jerman, Arab Saudi, dan Turki.

    Bom bunuh diri yang terjadi di Qara Tappa, sebuah kota Kurdi di utara Provinsi Diyala, menjadi yang terparah terkena dampaknya. Banyak orang terluka dan tewas karena sedang mengumpulkan subsidi pemerintah untuk pengungsi atau warga yang dipaksa meninggalkan rumah. (Baca: Di Depan Umum, ISIS Tembak Mati Wartawan Irak)

    "Tidak ada yang menduga serangan itu bisa terjadi di sana. Sebab, daerah itu berada di bawah kendali pemerintah," kata seorang sumber keamanan, seperti dilaporkan Al-Arabiya, Ahad, 12 Oktober 2014.

    Dari 59 orang yang meninggal, terdapat Jenderal Ahmad al-Dulaimi Sadak, komandan polisi, yang sedang berpatroli dengan beberapa anggota pasukannya di sebuah desa di Ramandi. Tiba-tiba saja, ledakan itu terjadi, seperti sudah menargetkan konvoi Sadak. (Baca: Protes Soal ISIS, 12 Warga Turki Tewas)

    Hampir bersamaan dengan kejadian itu, wilayah timur Tukri juga melaporkan ledakan yang menewaskan kepala polisi di Anbar, lokasi yang telah menjadi medan perang utama pasukan pemerintah dan pejuang ISIS selama berbulan-bulan. Sumber dari rumah sakit yang menerima korban melaporkan setidaknya 28 orang yang meninggal adalah pasukan Kurdi dan warga sipil.

    RINDU P. HESTYA | AL-ARABIYA

    Berita Lain:
    Wabah Ebola, Begini Antisipasi Indonesia
    Waspada Ebola, AS Perketat Keamanan Bandara 
    Badai Vongfong Juga Terasa di Cina  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.