Bercanda Terkena Ebola, Pria Ini Diusir dari Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang pesawat yang bersin lalu bergurau dengan berteriak

    Seorang penumpang pesawat yang bersin lalu bergurau dengan berteriak "Saya terkena ebola" langsung mendapatkan pengamanan saat berada di bandara Punta Cana, Republik Dominika. Penumpang ini diketahui merupakan warga negara Amerika. Youtube.com

    TEMPO.CO, Punta Cana - Seorang penumpang asal Amerika Serikat dikeluarkan dari pesawat US Airways dan dipindai setelah bercanda bahwa dirinya terjangkit virus ebola. Dalam penerbangan dari Philadelphia ke Republik Dominika, pria 54 tahun yang belum diketahui namanya itu berteriak-teriak. “Saya sakit ebola, kalian semua celaka!” ujarnya, seperti dilansir media Dominika, Diario Libre, Jumat, 10 Oktober 2014. Dia juga berteriak, “Saya pernah ke Afrika!”

    Akibatnya, terjadi kepanikan di pesawat berpenumpang 290 orang itu. Pesawat segera diisolasi setelah mendarat di Punta Cana, Dominika. Tim medis berpakaian pelindung menyambut si penumpang. Sedangkan penumpang lainnya baru diperbolehkan meninggalkan pesawat dua jam kemudian.

    Hasil pemeriksaan, penumpang yang mengaku terkena ebola itu ternyata tidak terinfeksi virus mematikan tersebut, meski dia batuk-batuk. Pria itu juga ketahuan tak pernah ke Afrika. “Kami mengantar penumpang ke pesawat. Dia akan dikembalikan ke AS, tempatnya akan menjalani pemeriksaan ketat,” ujar Walter Zemialkowski, Direktur Operasi Bandara Internasional Punta Cana.

    Kementerian Kesehatan Publik Dominika pun mengklarifikasi informasi bahwa negaranya kedatangan penderita ebola. Adapun US Airways meminta maaf terkait dengan gangguan pelayanan. “Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan. Keamanan pelanggan dan kru adalah prioritas kami,” kata maskapai tersebut dalam pernyataan kepada Fox.

    Virus ebola sedang menjadi kekhawatiran dunia saat ini. Mewabah di Afrika Barat sejak Maret lalu, belakangan satu pasien ebola meninggal di Dallas, AS. Data Badan Kesehatan Dunia menyatakan sekarang ada 4.000 kasus ebola. Itu belum termasuk yang tak terlaporkan. Angka kematian akibat virus ini jugmencapai 4.000 orang.

    RT | ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:
    ISIS Kuasai Sepertiga Wilayah Kobane 
    Diduga Ebola, Warga Inggris Meninggal di Macedonia 
    Warganya Kena Ebola, Inggris Perketat Keamanan 
    Negatif, Hasil Tes Ebola Suster Australia 
    Polisi Meksiko Tangkap Gembong Kartel Juarez  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.