Ibu Wartawan AS: Steven Tidak Bersalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shirley Sotloff, ibu Steven Sotloff sempat membuat video permohonan kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, agar membebaskan putranya pada 26 Agustus 2014.  REUTERS/AL-ARABIYA

    Shirley Sotloff, ibu Steven Sotloff sempat membuat video permohonan kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, agar membebaskan putranya pada 26 Agustus 2014. REUTERS/AL-ARABIYA

    TEMPO.CO, Jakarta - Video yang dirilis ibu dari wartawan Amerika Serikat, Steven Sotloff, pada pekan lalu rupanya tak berarti. Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menutup mata dari video tersebut dan tetap memenggal kepala Steven. (Baca: ISIS Kembali Eksekusi Jurnalis Amerika Serikat)

    Dalam video yang dirilis 27 Agustus 2014 itu, Shirley Sotloff meminta militan ISIS membebaskan anaknya yang muncul dalam video pemenggalan wartawan AS lain, James Foley, pada 19 Agustus lalu. (Baca: Ibu Jurnalis AS Rilis Video untuk Pemimpin ISIS)

    Dalam video yang dirilis pada Rabu malam waktu AS itu, Shirley juga menjelaskan bahwa Steven tidak memiliki sangkut paut dengan bantuan pemerintah AS di Irak untuk menghabisi ISIS. “Dia seorang jurnalis yang tidak bersalah,” ujarnya, seperti dikutip New York Times.

    Senada dengan pernyataan sang ibunda, wartawan berusia 31 tahun ini juga menyesalkan fakta bahwa ia harus mengorbankan nyawa untuk kepentingan AS di tanah Irak dalam memerangi ISIS.

    “Obama, kebijakan luar negeri Anda dengan melakukan intervensi di Irak hanyalah untuk kepentingan Amerika Serikat. Jadi, kenapa saya harus membayar harga atas kebijakan itu dengan nyawa saya?" kata Steven sesaat sebelum dieksekusi.

    Video kedua ini dirilis setelah pada 20 Agustus lalu ISIS juga mengeluarkan video eksekusi terhadap James Wright Foley, yang juga seorang jurnalis perang di Irak. Dalam video kedua tersebut, ISIS pun mengancam akan mengeksekusi seorang warga negara Inggris bernama David Cawthorne Haines. (Baca: ISIS Rilis Video Pemenggalan Wartawan AS)

    Setelah Sotloff membacakan pernyataannya, seorang pria bertopeng kemudian tampak di dalam layar. "Hidup warga negara Amerika Serikat ini, Obama, bergantung pada keputusan Anda selanjutnya," katanya. Selama misil Amerika terus menghancurkan kami, kata pria tersebut, maka pisau kami akan terus mengincar leher warga negara Anda.

    ANINGTIAS JATMIKA | NY TIMES | REUTERS | SITE

    Terpopuler

    May Myat Noe, Sang Ratu Kecantikan Sesaat
    Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan
    ISIS Kembali Eksekusi Jurnalis Amerika Serikat



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?