Soal Ebola, WHO Minta Negara Afrika Pantau Bandara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter dan petugas medis memindahkan Miguel Pajares, pendeta Spanyol yang terinfeksi virus Ebola saat bekerja di Liberia, menuju ambulan di pangkalan militer Torrejon de Ardoz dekat Madrid, Spanyol, 7 Agustus 2014. Pajares berada dalam kondisi yang stabil. AP/Spanish Defense Ministr

    Dokter dan petugas medis memindahkan Miguel Pajares, pendeta Spanyol yang terinfeksi virus Ebola saat bekerja di Liberia, menuju ambulan di pangkalan militer Torrejon de Ardoz dekat Madrid, Spanyol, 7 Agustus 2014. Pajares berada dalam kondisi yang stabil. AP/Spanish Defense Ministr

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara yang terkena dampak ebola segera melakukan skrining kepada semua penumpang yang meninggalkan bandara internasional, pelabuhan laut, dan penyeberangan darat. Hal itu dilakukan agar penyebaran virus yang mematikan itu tidak semakin meluas. (Baca: Ebola Juga Bisa Serang Gorila)

    WHO memang tidak menyebutkan negara apa saja yang harus melakukan imbauan tersebut. Namun badan kesehatan PBB itu mencatat Guinea, Liberia, Sierra Leona, dan "sebagian kecil" Nigeria adalah negara di mana ebola sudah mewabah. Meski skrining harus diberlakukan, WHO memandang tidak perlu ada pembatasan perjalanan bagi penumpang aktif.

    Di lain sisi, WHO tetap meminta agar siapa pun yang berdekatan secara konsisten dengan penyakit ebola tidak boleh melakukan perjalanan normal. Penumpang juga diminta untuk selalu menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

    "Transmisi membutuhkan kontak langsung dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lain dari pasien ebola, jenazah, hewan, dan semua eksposur yang mungkin bagi wisatawan," demikian pernyataan WHO, seperti dilaporkan FOX News, Selasa, 19 Agustus 2014.

    Beberapa negara telah melarang penerbangan langsung ke negara-negara yang terkena penyakit ebola. British Airways, Kenya Airways, dan sejumlah operator daerah telah membatalkan penerbangan ke ibu kota Sierra Leone dan Liberia. (Baca: Surat Tangkal Ebola Beredar di Bandara)

    Sebenarnya risiko penularan virus ebola lewat perjalanan udara sangat rendah, tidak seperti influenza atau TBC. Penularan lewat udara akan terjadi jika berdekatan dengan pasien terjangkit ebola.

    RINDU P. HESTYA | FOX NEWS

    Berita Lain:
    Mengapa ISIS Lebih Hebat dari Al-Qaeda?
    Wilayah Kekuasaan ISIS Sudah Seluas Inggris
    Bagaimana ISIS Hancurkan Toleransi Beragama di Irak?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?