Pesawat Jatuh, Calon Presiden Brasil Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eduardo Campos. REUTERS/Nacho Doce

    Eduardo Campos. REUTERS/Nacho Doce

    TEMPO.CO, Rio De Janeiro - Eduardo Campos, 49 tahun, calon presiden Brasil dari partai sosialis, tewas dalam kecelakaan pesawat yang terjadi di kota pelabuhan, Santos, pada Rabu, 13 Agustus 2014. Dalam kecelakaan tersebut Campos tewas bersama lima orang lainnya yang berada dalam pesawat itu, terdiri dari dua pilot, seorang tim kampanye, seorang fotografer, dan seorang videografer resmi kampanye. (Baca: Presiden Brasil: Hinaan Tidak Akan Melemahkan Saya)

    Laporan dari kantor berita Brasil, pesawat jet bernama Cessna Citation jatuh di dekat pusat kebugaran di Kota Santos, tak jauh dari Kota Sao Paulo. Kota Sao Paulo semula akan menjadi tujuan Campos berkampanye pada Rabu, 13 Agustus 2014, waktu setempat.

    Saat kecelakaan, hujan lebat tengah melanda Brasil. Seperti dilansir New York Times, penduduk Kota Santos yang berada di sekitar area kejadian melihat bagian tubuh pesawat hancur dan hangus terbakar berserakan di jalanan. (Baca: Brasil Investigasi Kebakaran Klub Malam Kiss)

    "Seperti melihat sebuah perang, tembok terbakar, ada mayat, rumah-rumah hancur, tentara, polisi," kata Rebecca Lungo, karyawan call center yang tinggal satu blok dari lokasi kecelakaan.

    Kematian Campos mengubah dinamika pemilihan presiden Brasil. Setelah kematian Campos, dua kandidat presiden lainnya, Dilma Roussef dari Partai Buruh yang juga presiden Brasil saat ini dan Aecio Neves dari partai Sosial Demokrasi, berpotensi mencari suara dari para pendukung Campos.

    Namun, pasangan Campos dalam pemilihan presiden ini, Mariana Silva, berencana menggantikan Campos jika partai mengizinkan. Silva, seorang aktivis lingkungan yang kerap mengkritik keras pemerintahan Brasil di bawah Roussef, pernah maju sebagai calon presiden pada pemilihan 2010. Saat itu, ia hanya berada di tempat ketiga dengan perolehan 19 persen suara.

    Pemilihan presiden akan dilakukan pada 5 Oktober 2014 mendatang. Roussef dan Neves saat ini sedang memberhentikan sementara kegiatan kampanye mereka selama masa berkabung nasional atas kematian Campos ini. Campos yang selama kampanye aktif merangkul para pengusaha baru dan aktivis lingkungan di Brasil ini akan dimakamkan di dekat makam kakeknya di Recife.

    THE NEW YORK TIMES| VIQIANSAH DENNIS

    Berita Terpopuler
    Mau Ganti Dirut PLN, Dahlan Iskan Ditentang Wapres

    Berumur 30 Tahun, Penumpang Pesawat Dapat Hadiah

    Menkeu: Subsidi BBM Turun, Defisit APBN 2015 Terpangkas

    Dahlan Iskan Bantah Akan Copot Nur Pamudji

    Philip Morris Akan Gugat Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.