Belanda: Data Kotak Hitam MH17 Masih Utuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah awak media mengambil gambar kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH17, sebelum diserahkan oleh separatis Ukraina pro-Rusia kepada perwakilan pemerintah Malaysia, di Donetsk, Ukraina, Selasa 22 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Sejumlah awak media mengambil gambar kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH17, sebelum diserahkan oleh separatis Ukraina pro-Rusia kepada perwakilan pemerintah Malaysia, di Donetsk, Ukraina, Selasa 22 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CODen Hag – Para peneliti Belanda telah memastikan pada Rabu, 23 Juli 2014, bahwa data dari perekam suara kokpit masih utuh dan tidak rusak setelah sebelumnya dikuasai oleh separatis pro-Rusia.

    “Memang perekam suara rusak tetapi memorinya masih utuh. Selain itu, tidak ditemukan bukti atau indikasi manipulasi perekam suara kokpit,” kata Dewan Keamanan Belanda (OVV), seperti dilansir laman The Star.

    OVV menyatakan data perekam suara kokpit berhasil diunduh. Dan data tersebut merupakan data yang valid dari penerbangan. Saat ini, perekam tersebut telah diserahkan kepada Investigasi Kecelakaan Udara di Farnborough, barat daya London, Inggris. (Baca: Dua Kotak Hitam MH17 Akan Dikirim ke Inggris)

    “Besok (Kamis) tim akan memulai pemeriksaan dari perekam data penerbangan” ujar OVV yang menjadi memimpin penyelidikan internasional atas kecelakaan pesawat MH17. OVV berkoordinasi dengan tim investigasi dari delapan negara, termasuk Rusia. (Baca: Ukraina Alihkan Wewenang Penyelidikan MH17 ke Belanda)

    Dalam perjanjian dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, kelompok militan pro-Rusia di Ukraina akhirnya mengembalikan dua kotak hitam Malaysia Airlines MH17 yang mereka simpan setelah jatuhnya pesawat itu pada Kamis lalu. (Baca: Milisi Pro-Ukraina Serahkan Dua Kotak Hitam MH17)

    Penyerahan dua kotak hitam dan 298 jenazah ini dilakukan bersamaan dengan disetujuinya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kasus jatuhnya MH17 di markas PBB, New York, Amerika Serikat. Resolusi yang digagas Australia dan disetujui secara bulat oleh seluruh anggota DK PBB menyerukan seluruh negara untuk bekerja sama membantu penyelamatan MH17 dan menuntut milisi membuka akses tanpa syarat apa pun untuk upaya penyelamatan dan penyelidikan.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE STAR

    Terpopuler
    ISIS Usir Orang Kristen dengan Cara Ini
    Cerita Jokowi Laris di Media Internasional
    PBB Temukan Roket Hamas di Bangunan Sipil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.