Aktivis AS Minta Pengguna Narkoba Tak Dipenjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rehabilitasi narkoba. Addictionblog.org

    Ilustrasi rehabilitasi narkoba. Addictionblog.org

    TEMPO.CO, New York – Sejumlah aktivis di 80 kota di Amerika Serikat turun ke jalan dalam memperingati Hari Anti Narkoba Internasional yang diperingati setiap 26 Juni. Mereka menyerukan pengakhiran kriminalisasi terhadap pengguna narkoba.

    Seperti dikutip dari Al-Jazeera, Kamis, 26 Juni 2014, para aktivis ini membawa spanduk dan terus mengkampanyekan gerakan “Dukung! Jangan Menghukum” bagi para pengguna narkoba. Pasalnya, banyak pengguna narkoba yang diperlakukan sebagai pelaku kriminal. Bukannya direhabilitasi, mereka malah dihukum penjara.

    Para aktivis rencananya juga akan melancarkan protes di markas PBB di New York, yang akan menjadi tuan rumah sidang Majelis Umum PBB yang akan membahas kebijakan obat. (Baca: PBB: Narkoba Bunuh 200 Ribu Orang Tiap Tahun)

    Mereka berharap negara-negara anggota Majelis Umum menyadari strategi ini tidak membuahkan hasil yang positif. Sebab, jika dipenjara, para pengguna tidak akan mendapat rehabilitasi, dan malah bisa mengembangkan bisnis narkoba dari dalam jeruji besi. (Baca: Produksi Opium Asia Meningkat)

    Tak hanya itu, mereka juga akan menyoroti dampak legalisasi ganja di negara ini. Dengan legalisasi ganja di Washington dan Colorado, serta Uruguay, distribusi ganja dari Meksiko–yang dikenal sebagai produsen ganja terbesar di dunia--juga terus meningkat. (Baca: Dilegalkan, Penggunaan Ganja AS Meningkat)

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA

    Terpopuler

    Mobilnya Terbalik, Kakek-Nenek Ini Malah Selfie 
    Pembocor Rahasia di AS Kini Dilindungi UU 
    Ledakan Bom di Ibu Kota Nigeria, 21 Orang Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?