Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dua Nelayan Indonesia Divonis di Australia  

Editor

Natalia Santi

Puluhan imigran asal Timur Tengah yang selamat dari tenggelamnya kapal kayu yang mengangkut 200 imigran menuju Australia dirawat di Balai Pertemuan Nelayan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Minggu (18/12). TEMPO/Hari Tri Wasono
Puluhan imigran asal Timur Tengah yang selamat dari tenggelamnya kapal kayu yang mengangkut 200 imigran menuju Australia dirawat di Balai Pertemuan Nelayan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Minggu (18/12). TEMPO/Hari Tri Wasono
Iklan

TEMPO.CO, Perth – Australia memvonis penjara 6 dan 9 tahun penjara terhadap dua nelayan Indonesia, awak kapal pencari suaka yang tenggelam dan menewaskan lebih dari seratus orang.

Kapal yang diawaki Boy Djara, 26 tahun, dan Justhen, 44 tahun, yang membawa lebih dari 200 pencari suaka asal Afganistan dan Pakistan, tenggelam 100 mil laut Pulau Christmas, Juni 2012.

Keduanya menyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Distrik Perth atas enam tuduhan membantu warga ilegal masuk ke Australia, kemarin.

Djara dinyatakan bersalah atas segala tuduhan oleh juri pengadilan Perth, lima di antaranya termasuk membawa orang ke Australia meskipun berisiko kematian.

Hakim Patrick O’Neal mengatakan kapal perahu sepanjang 22 meter dijejali banyak penumpang hingga jauh melampaui kapasitas. Peralatan keselamatan hanyalah jaket pengaman yang jumlahnya tidak cukup dan layak, untuk berlayar di samudra terbuka.

Kepada Hakim, Djara menyatakan dia bukan kapten kapal, dan hanya sedikit lebih tinggi wewenangnya dari Justhen. Dia juga mengaku tidak tahu tujuan perjalanan kapal. Mereka juga tidak tahu kapal akan digunakan mengangkut manusia, karena hanya diberitahu akan mengangkut kambing. Namun pengakuan itu ditolak hakim. “Menurut saya itu konyol,” kata O’Neal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam sidang terungkap saat kapal tenggelam, Djara berusaha menyelamatkan beberapa penumpang dengan menaruh mereka di lambung perahu. Namun hakim mengatakan keduanya tidak bertanggung jawab.

“Tidak ada penyesalan,” kata O’Neal. Dia memvonis Djara sembilan tahun penjara dengan masa percobaan enam tahun. Dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, Djara akan dibebaskan paling cepat Juni 2018. Sementara Justhen divonis enam tahun penjara dengan percobaan empat tahun. Paling cepat dia akan dibebaskan pada 2016. Keduanya akan dideportasi setelah menyelesaikan masa hukuman.

ABC | NATALIA SANTI

Berita Terpopuler:
Menteri Suswono Sebut Dua Kader PKS Terima Duit
Penyerang Umat Katolik Bawa Samurai dan Penyetrum
Lagi, Anggota Dewan Dibui Karena Kasus Korupsi
KPK Sita Satu Unit Apartemen Senopati

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Singgung AUKUS, Indonesia Ajak Australia Jaga Perdamaian Indo-Pasifik

10 Februari 2023

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong di Canberra, Kamis, 9 Februari 2023. Dokumentasi Kantor PM Australia
Singgung AUKUS, Indonesia Ajak Australia Jaga Perdamaian Indo-Pasifik

Indonesia desak Australia untuk bersama-sama menjaga perdamaian Indo-Pasifik, di tengah bayang kekuatan besar seperti China dan Amerika Serikat.


PM Australia Segera Kerahkan Menteri untuk Revitalisasi Dagang dengan RI

7 Juni 2022

Presiden Jokowi (kanan) bersalaman dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kiri) seusai menyampaikan pernyataan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 6 Juni 2022. ANTARA/Sigid Kurniawan
PM Australia Segera Kerahkan Menteri untuk Revitalisasi Dagang dengan RI

PM Australia Anthony Albanese mengatakan revitalisasi hubungan perdagangan dan investasi dengan RI adalah prioritas di prioritas pemerintahannya.


Alasan Jokowi Ajak PM Australia Gowes Pakai Sepeda Bambu

6 Juni 2022

Presiden Joko Widodo dan PM Australia Anthony Albanese menuntut sepeda menuju Resto Raasaa di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Juni 2022. Laily Rachev/Indonesia's Presidential Palace/Handout via REUTERS
Alasan Jokowi Ajak PM Australia Gowes Pakai Sepeda Bambu

Albanese menganggap ajakan Jokowi untuk naik sepeda bambu ini sebagai sebuah kehormatan besar.


Jokowi Beberkan 5 Poin Hasil Pertemuan Bilateral dengan PM Australia

6 Juni 2022

Perdana Menteri terpilih Australia, Anthony Albanese, dan Presiden Joko Widodo bertemu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Juni 2022. Sumber: youtube Sekretariat Presiden
Jokowi Beberkan 5 Poin Hasil Pertemuan Bilateral dengan PM Australia

Jokowi mengatakan isu yang dibicarakan ialah seputar perdagangan dan investasi kedua negara.


Temui Jokowi, PM Australia Ingin Revitalisasi Hubungan Dagang dengan RI

6 Juni 2022

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Joko Widodo bersepeda bersama di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Juni 2022. Sumber: youtube Sekretariat Presiden
Temui Jokowi, PM Australia Ingin Revitalisasi Hubungan Dagang dengan RI

Albanese merupakan pemimpin terpilih Australia yang baru dilantik pada 23 Mei lalu.


Warga Australia Antusias Belajar Gamelan Bali dan Angklung dari KBRI Canberra

17 Oktober 2021

Seniman asal Bali yang juga staf KBRI Canberra, I Gede Eka Riadi, sedang melatih gamelan Bali kepada mahasiswa Australia peserta workshop daring In-Country Training Activities yang digelar KBRI Canberra, Australia, 12 Oktober 2021.[KBRI Canberra]
Warga Australia Antusias Belajar Gamelan Bali dan Angklung dari KBRI Canberra

Para Mahasiswa dari Defence Force School of Languages Australia di Canberra antusias belajar gamelan Bali dan angklung dari workshop KBRI Canberra.


Indonesia Cultural Circle Pamer Pesona Nusa Tenggara Timur ke Australia

20 Juni 2021

Tari Bolelebo khas Provinsi Nusa Tenggara Timur ditampilkan dalam acara Indonesia Cultural Circle (ICC) di KBRI Canberra, Canberra, Australia, 18 Juni 2021.[KBRI Canberra]
Indonesia Cultural Circle Pamer Pesona Nusa Tenggara Timur ke Australia

Masyarakat Australia dan kalangan diplomatik terpikat keindahan Nusa Tenggara Timur ketika menghadiri Indonesia Cultural Circle (ICC) KBRI Canberra.


Festival Indonesia Meriahkan Kota Kecil di Pantai Utara Australia

2 Juni 2021

Pameran produk Indonesia dalam acara ASYIK Indonesia Arts Festival di kota Scott Head di negara bagian News South Wales, Australia, 30 Mei 2021.[KBRI Canberra]
Festival Indonesia Meriahkan Kota Kecil di Pantai Utara Australia

Festival Indonesia, ASYIK Indonesia Arts Festival, menampilkan pertunjukan budaya Indonesia ke penduduk kota pesisir Australia di New South Wales.


Kemendag RI dan KBRI Canberra Fasilitasi MoU BUMN dengan Perusahaan Australia

28 Mei 2021

Acara penandatanganan MoU antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI/Persero) dan N Brothers Ltd/Import Station Trading Pty Ltd yang dilakukan di KBRI Canberra, Australia, 25 Mei 2021.[KBRI Canberra]
Kemendag RI dan KBRI Canberra Fasilitasi MoU BUMN dengan Perusahaan Australia

MoU antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI/Persero) dan N Brothers Ltd/Import Station Trading Pty Ltd dilakukan di KBRI Canberra, Australia.


Indofest 2021 Australia Obati Kerinduan akan Indonesia

31 Maret 2021

Foto bersama siswa-siswi sekolah dasar Australia yang tampil menyanyikan lagu berbahasa Indonesia dalam acara budaya Indofest 2021 di Pinky Falt Park, War Memorial Drive, Adelaide, Australia Selatan, 28 Maret 2021.[KBRI Canberra]
Indofest 2021 Australia Obati Kerinduan akan Indonesia

Festival Indonesia terbesar di Australia, Indofest, menampilkan budaya dan kuliner nusantara untuk mengobati kerinduan terhadap Indonesia.