Vietnam Tuduh Cina Tenggelamkan Kapal Nelayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Cina, Xi Jinping (kiri) berpose bersama Ketua Partai Komunis Vietnam Le Hong Anh di Istana Kepresidenan, Hanoi (21/12). REUTERS/Kham

    Wakil Presiden Cina, Xi Jinping (kiri) berpose bersama Ketua Partai Komunis Vietnam Le Hong Anh di Istana Kepresidenan, Hanoi (21/12). REUTERS/Kham

    TEMPO.CO, Hanoi - Vietnam menuduh Cina menengggelamkan kapal nelayan di perairan Laut Cina Selatan. Insiden ini kian meningkatkan ketegangan di antara kedua negara itu atas wilayah perairan di kawasan tersebut.

    Kejadian pada Senin, 26 Mei 2014, itu berlangsung di 30 kilometer sebelah barat pengeboran minyak yang dikelola oleh perusahaan Cina. Sumur minyak tersebut berdiri di wilayah yang dipersengketakan kedua negara.

    Salah seorang perwakilan industri perikanan Vietnam, Tran Van Linh, mengatakan sebanyak 40 kapal Cina mengepung sekelompok kapal nelayan Vietnam. "Mereka menyeruduk dan menenggelamkan di antara kapal kami," ujar Linh.

    Dia menambahkan, orang-orang yang berada di atas kapal berhasil diselamatkan oleh kapal Vietnam. "Tidak ada korban luka," ucapnya. Menurut Linh, serangan itu dilakukan secara brutal dan tidak manusiawi.

    Tuduhan Vietnam dibantah Cina seraya menyebutkan bahwa kejadian itu adalah sebuah kecelakaan. Kantor berita Cina, Xinhua, mengatakan kapal nelayan Vietnam telah melakukan pelecehan terhadap kapal nelayan Cina. Kejadian itu dinilai sebagai sebuah kecelakaan biasa.

    "Awak kapal nelayan selamat setelah kapal mereka (Vietnam) bertabrakan dengan kapal nelayan dari Kota Dongfang di sebelah selatan Provinsi Hainan, Cina," demikian bunyi pernyataan pejabat Cina sebagaimana dikutip Xinhua.

    AL-JAZEERA | CHOIRUL  


    Berita Terpopuler
    Buka Kantor di Jakarta, Apple Tawarkan Lowongan
    Ponsel Pintar LG G3 Berteknologi Sinar Laser
    Apple Akhirnya Buka Kantor Cabang di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.