Separatis Ukraina Ingin Gabung dengan Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menonton kembang api merayakan deklarasi kemerdekaan kota Donetsk di depan gedung pemerintahan daerah yang disita oleh aktivis pro-Rusia di Donetsk, Ukraina (12/5). Aktivis pro-Rusia memproklamasikan sebuah

    Orang-orang menonton kembang api merayakan deklarasi kemerdekaan kota Donetsk di depan gedung pemerintahan daerah yang disita oleh aktivis pro-Rusia di Donetsk, Ukraina (12/5). Aktivis pro-Rusia memproklamasikan sebuah "republik rakyat" merdeka dan berdaulat dari kekuasaan Kiev. AP/Alexander Zemlianichenko

    TEMPO.CO, Kiev -Aktivis pro-Moskow di Ukraina timur mendeklarasikan kemerdekaan dan menyatakan bergabung dengan Rusia.

    Deklarasi kemerdekaan sepihak yang dinyatakan pada Senin, 12 Mei 2014, itu kian memperberat tekanan terhadap Kiev guna melakukan perundingan dengan kelompok separatis menyusul hasil referendum di wilayah timur negeri itu, Ahad, 11 Mei 2014.

    Dalam jumpa pers, pemimpin Republik Rakyat Donetsk (DPR), Denis Pushilin, menyatakan wilayahnya ingin bergabung dengan Negeri Beruang Merah.

    "Berdasarkan kehendak DPR dan pembaruan sejarah yang adil, kami meminta Federasi Rusia mempertimbangkan permintaan DPR agar dimasukkan ke dalam Federasi Rusia," kata Pushilin.

    Namun demikian, Rusia telah memberikan sinyal bahwa negeri itu tidak memberikan perhatian penuh terhadap keinginan warga di timur Ukraina tersebut sebagaimana yang dilakukan kepada Crimea pada Maret 2014.

    Deklarasi kemerdekaan Donetsk dan Luhansk berlangsung 13 hari sebelum dilangsungkannya pemilihan presiden secara nasional di Ukraina pada 25 Mei 2014. "Kami tidak akan ikut pada pemilu tersebut," ujar Pushilin.

    AL-JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Lain:
    Boko Haram Rilis Video Siswi yang Diculik
    Mengapa Boko Haram Menculik Anak Perempuan? 
    Ini Tuntutan Boko Haram Agar 200 Siswa Dibebaskan 
    Paus Fransiskus: Makhluk Mars pun Boleh Dibaptis
    PBB Tunjuk Wanita Pertama Penjaga Perdamaian Dunia

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.