Bawa Belasan Awak, Pesawat Nepal Hilang Kontak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terletak di pinggiran kota Kathmandu, Boudhanath adalah salah satu candi dengan stupa terbesar di dunia. Candi ini adalah pusat dari Buddhisme Tibet di Nepal dan banyak pengungsi dari Tibet telah menetap di sini dalam beberapa dekade terakhir. Wikipedia.org

    Terletak di pinggiran kota Kathmandu, Boudhanath adalah salah satu candi dengan stupa terbesar di dunia. Candi ini adalah pusat dari Buddhisme Tibet di Nepal dan banyak pengungsi dari Tibet telah menetap di sini dalam beberapa dekade terakhir. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Kathmandu - Pesawat milik maskapai Nepal Airlines dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Pohkhara (daerah destinasi wisata di Nepal) ke Jumla (353 kilometer arah barat ibu kota Nepal, Kathmandu).

    Juru bicara maskapai menyatakan pesawat kehilangan kontak 15 menit setelah lepas landas. "Kami sudah menghubungi polisi dan menyiapkan operasi penyelamatan," ujar Juru Bicara Nepal Airlines Ram Hari Sharma pada ABC News, Ahad sore, 16 Februari 2014.

    Ia menyatakan setidaknya 18 orang berada dalam kapal, terdiri dari 15 penumpang dan tiga orang kru. "Satu di antaranya Warga Negara Denmark," ujarnya. Ia menyatakan sisa penumpang merupakan warga asli Nepal.

    Hilang kontak pesawat ini menimbulkan kekhawatiran di dunia penerbangan Nepal. Negara yang berada di wilayah Pegunungan Himalaya ini termasuk rentan menjadi area celaka pesawat udara.
    Oktober lalu, sebuah pesawat ringan menabrak tebing di Pohkara. Dua orang awaknya langsung tewas dalam kejadian tersebut. Salah satunya adalah warga Cina.

    Namun dilaporkan ABC, kecelakaan tersebut tak melulu masalah letak geografis Nepal. Para pilot yang tak berpengalaman dan pengelolaan maskapai yang buruk disebut sebagai salah satu penyebab rentannya kecelakaan. Akibat hal tersebut, Uni Eropa pada Desember lalu memberi label hitam pada penerbangan di Nepal. Maskapai-maskapai dari negara tersebut per 2014 dilarang keras memasuki angkasa Eropa.

    ABC NEWS | ANDI PERDANA


    Berita lain:
    Ustad Hariri Nyaris Lempar Mikrofon ke Bos Entis
    Relawan Kelud Terobos Zona Terlarang untuk Berfoto 
    Kerukunan Beragama Indonesia Dipamerkan di Eropa
    Gunung Anak Krakatau dalam Status Waspada
    Abu Kelud, MUI Diminta Serukan Warga Salat Istisqa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.