500 Warga Jepang Sakit Usai Santap Makanan Beku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pizza. REUTERS/ Mike Blake

    Pizza. REUTERS/ Mike Blake

    TEMPO.CO, Tokyo - Lebih dari 500 warga di berbagai wilayah Jepang jatuh sakit setelah menyantap makanan beku yang diduga tercemar pestisida, Selasa, 7 Januari 2014. Para konsumen dilaporkan muntah-muntah, diare, dan gejala yang menunjukkan seseorang mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi makanan beku produksi Maruha Nichiro Holdings.

    Maruha Nichiro Holdings, produsen makanan tersebut, pada Rabu, 8 Januari 2014, terpaksa memasang iklan permohonan maaf satu halaman penuh di koran, seraya mengingatkan pelanggannya agar tidak mengkonsumsi makanan tercemar produksinya. "Makanan tersebut mengeluarkan bau busuk, dan jika memakannya, akan menyebabkan muntah-muntah dan sakit perut," demikian pengumuman Maruha. Makanan beku yang diproduksi perusahaan di Tokyo utara ini antara lain piza, kroket, dan pancake.

    Kantor Kementerian Kesehatan Jepang membenarkan bahwa sebanyak 556 orang menderita berbagai gejala sakit setelah memakan makanan produksi perusahaan tersebut pada Selasa, 7 Januari 2014. Dalam nota peringatan yang disampaikan melalui laman, Kementerian memerintahkan Maruha Nichiro menarik seluruh produk dan memberikan penjelasan kepada publik.

    Perusahaan menarik 6,4 juta paket berbagai jenis makanan beku yang dimulai sejak 29 Desember 2013, sambil menyebutkan bahwa perusahaan telah menemukan makanan produksinya tercemar oleh zat yang ditimbulkan oleh pestisida.


    AL JAZEERA | CHOIRUL
     

    Terpopuler
    Abraham Samad Marah Anas Mangkir Diperiksa KPK 
    Anas Sudah di Area Gedung KPK, Kenapa Tak Masuk? 
    Bantah ke Cikeas, Denny Tuntut PPI Minta Maaf 
    Jokowi Senyum-senyum Dipanggil Calon Presiden 
    Pengacara: Silakan KPK Jemput Paksa Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.