Korban Flu Burung Cina Jadi Sembilan Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memusnahkan unggas-unggas dan kandangnya di RW 6, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (9/1). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas memusnahkan unggas-unggas dan kandangnya di RW 6, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (9/1). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, SHANGHAI - Jumlah kematian akibat flu burung H7N9 di Cina bertambah menjadi sembilan orang. Korban terakhir berasal dari Provinsi Anhui, kata kantor berita pemerintah Xinhua, yang juga mengabarkan bahwa vaksin akan siap dalam beberapa bulan mendatang.

    Virus H7N9 dikonfirmasi diidap manusia untuk pertama kalinya bulan lalu. Saat ini virus tersebut telah menginfeksi 28 orang. Semuanya dari wilayah timur Cina. Sembilan di antaranya meninggal, menurut data Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional. (Baca: Virus H7N9, Pemerintah Indonesia Siaga)

    Xinhua melaporkan empat orang lain dikonfirmasi terinfeksi virus, dua di Shanghai, dan dua lagi di Provinsi Zhejiang, salah satunya kritis.

    Jurnal China Securities melaporkan, vaksin H7N9 telah diotorisasi Badan Obat dan Makanan Cina dan akan dipasarkan pertengahan tahun ini.

    Asal pasti infeksi hingga saat ini belum diketahui, meski sampel beberapa unggas di pasar yang positif masih menjadi fokus penyelidikan Cina dan Badan Pangan Dunia (FAO). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang menyelidiki dua tersangka yang masih bertalian keluarga di Cina, dengan dugaan transmisi antarmanusia.

    Jika menular antarmanusia, virus baru tersebut dikhawatirkan menimbulkan pandemik influenza yang mematikan. Namun, juru bicara WHO, Gregory Hartl, dalam jumpa pers di Jenewa mengatakan sejauh ini tidak ada bukti yang jelas mengenai transmisi antarmanusia. Hal senada disampaikan otoritas kesehatan Cina.

    REUTERS | NATALIA SANTI



    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Tengok Cuitan Anas Urbaningrum Soal SMS
    Mantan Pangdam IV: Komnas HAM Jangan Didengar

    SBY: 1.000 Persen Ibu Ani Tak Terlibat Hambalang

    Dirut MRT Irit Bicara, Ahok: Bagus Dong!

    'SBY Tak Percaya Orang Lain Selain Dirinya Sendiri'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.