Ulang Tahun, Bocah 13 Tahun Dihadiahi Pil Ekstasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Butiran ekstasi.  FOTO ANTARA/Fanny Octavianus

    Butiran ekstasi. FOTO ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, London - Seorang ibu memberi putrinya tiga tablet ekstasi sebagai hadiah ulang tahun sang putri yang ke-13. Wanita itu dilaporkan ke polisi setelah menyerahkan narkoba yang dikategorikan sebagai 'Narkoba Kelas A' di Inggris itu.

    Menurut laporan Daily Mail, keluarga dari Middlesbrough ini sekarang sedang dipantau oleh pekerja sosial, meskipun sang ibu tidak diadili.

    Hal ini diungkapkan sendiri oleh mantan detektif yang menjadi wali kota, Ray Mallon. Pria yang sebelumnya dikenal sebagai Robocop ini menyatakan hal itu saat memperingatkan ancaman yang dihadapi keluarga Inggris saat ini.

    Ia menyatakan, kasus yang diungkapkannya adalah yang paling mengerikan yang ia temui. "Insiden ini menyebabkan saya sedikit putus asa," katanya.

    Masalah-masalah sosial disalahkan, antara lain, pada pola pengasuhan anak yang buruk. Mallon mengatakan, sejak dalam rahim, anak-anak harus dibesarkan dengan cara yang baik. Ia menyatakan, saat ini anak-anak "sedang dikecewakan oleh orang tua yang menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan".

    Mallon, yang telah terpilih Wali Kota Middlesbrough tiga kali, mengatakan, ada 360 anak dalam perawatan intensif di kota itu. Dia juga menyatakan telah menyiapkan program Keluarga Bermasalah sehingga pemerintah dan mitra mereka dapat membantu 120 ribu rumah tangga di Inggris untuk mengubah kehidupan mereka pada tahun 2015.

    Mallon populer pada akhir 1990-an ketika ia mengadopsi sikap "toleransi nol" terhadap kejahatan saat menjabat sebagai pengawas detektif di Kepolisian Cleveland. Ia terpilih sebagai wali kota pertama kali pada tahun 2002, dan akan mundur pada 2015.

    DAILY MAIL | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.