Cara Orang Inggris Memprotes Jalan Rusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Oky Lukmansyah

    ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, London - Ada banyak lubang, tambalan, dan retakan di Jalan Swanage, Dorset, Inggris. Akibatnya, sejumlah mobil pribadi serta taksi rusak setelah melewati jalan itu. Bahkan pengendara bermotor harus hati-hati kala melintasi Swanage pada malam hari.

    Bosan dengan jalan rusak, seorang pengendara misterius melakukan protes. Dengan diam-diam, orang yang tidak diketahui identitasnya itu membuat coretan di sebelah lubang atau tambalan jalan. Fix me atau perbaiki aku, begitulah tulisannya.

    "Si penulis membuat lingkaran dengan cat semprot putih di sekeliling lubang jalan," seperti dilaporkan Mail Online, Selasa, 22 Januari 2013. "Kemudian dia beri tulisan FIX ME dan tanda panah yang mengarah ke lubang atau tambalan."

    Aksi corat-coret itu membuat berang Dewan Kota Dorset. Menurut Manajer Pemeliharaan Jalan Raya Kota Dorset, Martin Hill, menandai jalan dengan cara itu merupakan tindakan ilegal. Siapa pun pelakunya, Hill mengatakan, bisa dituntut.

    Menurut Hill, dewan kota belum menerima keluhan soal jalan berlubang. Meski begitu, tim inspeksi telah mengindentifikasi jalan yang rusak, sebelum ada tulisan protes itu. "Perbaikan jalan rusak akan masuk ke agenda kerja pekan depan," kata Hill. "Yang sangat penting, jalanan di Swanage bukanlah yang terburuk dari seluruh Inggris."

    Warga setempat, Robin Boultwood, 69 tahun, mengatakan, jalan berlubang muncul beberapa pekan terakhir karena cuaca buruk. Soal siapa sosok si pemrotes, Boultwood pun tak mengetahuinya.

    "Saya pikir, si pengecat melakukannya di malam hari, waktu orang-orang telah tidur," kata Boultwood. "Meski dianggap ilegal, tapi tindakan itu berefek cepat. Jalanan segera diperbaiki."

    MAIL ONLINE | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.