Penembak Connecticut Ternyata Penderita Asperger  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sosok penyendiri Adam Lanza, 20 tahun, menewaskan ibunya, 20 murid SD, dan 6 orang dewasa lainnya, termasuk kepala Sekolah Dasar Sandy Hook di Newton, Connecticut, Amerika Serikat, Jumat (14/12). Adam kemudian menembakkan pistol ke dirinya sendiri. AP/Barbara Frey

    Sosok penyendiri Adam Lanza, 20 tahun, menewaskan ibunya, 20 murid SD, dan 6 orang dewasa lainnya, termasuk kepala Sekolah Dasar Sandy Hook di Newton, Connecticut, Amerika Serikat, Jumat (14/12). Adam kemudian menembakkan pistol ke dirinya sendiri. AP/Barbara Frey

    TEMPO.CO, Stamford, Connecticut - Adam Lanza, penembak di Sandy Hook Elementary School, ternyata menderita sindrom Asperger, salah satu jenis dari autis.

    Menurut sumber yang dekat dengan keluarga itu, Adam sudah berobat sejak masih dalam usia muda. Ibunya, Nancy Lanza, sudah mewanti-wanti baby sitter Adam agar jangan sampai luput dari perhatiannya.

    Sumber, yang merupakan teman keluarga mengatakan, Adam menderita sindrom Asperger, salah bentuk dari autis.

    Bahkan, mantan baby sitter Adam, Ryan Kraft, mengatakan, sejak berusia 10 tahun, Adam telah menjalani pengobatan. Kraft saat ini menjadi aerospace engineer di Hermosa Beach.

    Namun, menurut Kraft, tak ada tanda-tanda sedikit pun bahwa Adam bisa membahayakan. “Tak ada tanda-tanda sedikit pun kejadian seperti ini bisa terjadi,” katanya.

    Nancy Lanza-lah yang meminta Kraft untuk tidak pernah melepaskan Adam dari perhatiannya. “Instruksinya adalah jangan pernah sampai luput mengawasi dia,” ujar Kraft.

    Detail baru tentang Adam ini terkuak pada Senin, 17 Desember 2012. Ternyata, keluarga dan para pengajar di SMA tempat ia bersekolah makin ketat mengawasinya. Terutama setelah Adam lulus dari SMA itu dan banyak menghabiskan waktunya sendirian saja.

    Ketika kedua orang tuanya bercerai, Nancy Lanza, ibu Adam, mendapat tunjangan US$ 24.150 (hampir Rp 230 juta) per bulan sehingga bisa dibilang kehidupan Nancy cukup nyaman dengan anak laki-laki yang memiliki masalah itu.

    Nancy Lanza, 52 tahun, menjadi korban penembakan Adam yang pertama pada Jumat,14 Desember 2012.

    Menurut polisi, Nancy ditembak di rumahnya. Setelah menembak ibunya, Adam, 20 tahun, dengan menggunakan mobil ibunya, menuju Sandy Hook Elementary School. Di sekolah dasar ini, ia kembali menembaki 20 murid di sana serta enam orang dewasa, sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri. (Baca juga: Kronologi Penembakan Maut Murid SD di Connecticut)

    LOS ANGELES TIMES | GRACE S GANDHI

    Berita Terkait:
    Ryan Lanza Kaget Aksi Penembakan Maut Connecticut

    Obama Menangisi Tragedi Penembakan Maut

    Ibu Terduga Penembak Maut Kolektor Senjata

    Terduga Penembak Maut Suka Main PlayStation

    Penembak Maut, Jack Reacher Batal Tayang Perdana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.