Australia Selidiki Pelecehan Anak Secara Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, Canberra - Pemerintah Australia, Senin, 12 November 2012, mengumumkan akan membentuk Komisi Kerajaan untuk menyelidiki kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak. “Dugaan pelecehan terhadap anak-anak sangat menyedihkan. Tindakan ini sangat barbar dan keji. Untuk itu penyelidikan berskala nasional peru dilakukan,” kata Perdana Menteri Julia Gillard.

    Komisi yang akan terbentuk dalam pekan ini, menurut Gillard, akan menyelidiki kejahatan terhadap anak di berbagai institusi seperti sekolah, panti asuhan, dan tempat penitipan anak gereja. “Komisi tidak akan secara khusus menyelidiki suatu institusi,” ujar Gillard.

    Langkah pemerintah didukung oleh partai oposisi. Tokoh oposisi dari Koalisi, Tony Abbott, meminta agar komisi ini bekerja secara menyeluruh, termasuk menyelidiki dugaan pelecehan seksual di institusi pemerintah maupun non-pemerintah. “Di mana pun terjadi pelecehan, harus ditangani secara cepat, terbuka dan transparan,” Abbott menegaskan.

    Isu mengenai pelecehan anak, terutama oleh pastur dari Gereja Katolik di Australia, sudah terdengar sejak beberapa tahun terakhir. Namun, masalah ini menjadi perhatian nasional sejak beberapa waktu lalu ketika Peter Fox, seorang polisi senior dari negara bagian New South Wales, menulis di akun Twitter.

    Dalam akunnya ia menegaskan pelecehan anak oleh pastur masih terjadi hingga kini. Penuturan Fox ini berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual oleh pastur di gereja Katolik Hunter Valley.

    “Saya dapat bersaksi dari pengalaman sendiri bahwa gereja menutupi, membungkam korban, mempersulit penyelidikan polisi, mengingatkan tersangka, menghancurkan barang bukti, dan memindahkan pastur pelaku ke tempat lain,” tulis Foz dalam surat kepada Perdana Menteri New South Wales, Barry O'Farrell.

    THE AUSTRALIAN | ABC NEWS | REUTERS | SKY NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.