Australia Membantu Pusat Angkat Besi Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes Austaralia untuk Indonesia, Greg Moriarty. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    Dubes Austaralia untuk Indonesia, Greg Moriarty. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Australia memberikan bantuan untuk mengembangkan prestasi atlet angkat besi Indonesia. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, pagi hari ini mengunjungi Pusat Angkat Besi Bekasi. Dubes menyerahkan hibah sebesar A$ 30.000 untuk membeli perlengkapan angkat besi yang baru dan membantu renovasi fasilitas.

    Pusat Angkat Besi Bekasi tersebut dikelola oleh mantan Pelatih angkat besi Olimpiade, RI Sodikin, dan istrinya, Ni Made Widyani. Dubes Moriarty memuji Pusat Angkat Besi Bekasi sebagai contoh mengagumkan tentang arena pelatihan berbasis masyarakat yang mempunyai potensi untuk menghasilkan lebih banyak lagi atlet angkat besi tingkat daerah, nasional, dan internasional.

    Kepada Tempo, Atase Pers Kedubes Australia, Ray Marcelo mengatakan pemberian hibah dana A$ 30.000 melalui Direct Aid Program ke bidang olahraga, khususnya angkat besi itu, adalah yang pertama. Biasanya, dana diberikan kepada para pemrakarsa pembangunan kemasyarakatan untuk meningkatkan standar hidup rakyat.

    Pemerintah Australia mengetahui keberadaan Pusat Angkat Besi Bekasi dari pelatih Greg Wilson di Komite Olimpiade Indonesia. Pusat tersebut telah menghasilkan atlet-atlet berbakat, termasuk atlet Olimpiade 2012 Mohammad Hasbi dan Deni, serta pemenang medali perunggu Olimpiade Pemuda Dewi Safitri.

    Pelatih Sodikin, yang mewakili Indonesia di Olimpiade 1988 dan 1992, yakin bahwa atlet-atlet angkat besi Bekasi akan mempunyai masa depan yang cerah dan akan terbantu dengan hibah pembangunan Australia.

    Pusat tersebut merupakan titik pusat para atlet di Bekasi yang ingin terlibat dalam olahraga angkat besi dan bagi mereka yang ingin berlatih untuk menjaga kebugaran. Saat ini, terdapat lebih dari 100 atlet angkat besi yunior yang berlatih di Bekasi.

    Indonesia membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang sedang tumbuh dalam angkat besi Internasional dengan hasil yang membanggakan di Olimpiade London 2012. Tim angkat besi Indonesia menyumbangkan dua medali yang diperoleh Indonesia di Olimpiade tersebut, di mana Triyatno mendapat perak di kelas 69 kilogram pria dan Eko Yuli memperoleh perunggu di kelas 62 kilogram pria.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.