UEFA Minta Polandia dan Ukraina Tekan Rasisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Italia Mario Balotelli kecewa setelah tidak dapat menghasilkan gol dalam peluang emas nya di ajang kualifikasi group C Euro 2012 melawan Spanyol, di Arena PGE, Gdansk, 10-6, 2012. REUTERS/Tony Gentile

    Pemain Italia Mario Balotelli kecewa setelah tidak dapat menghasilkan gol dalam peluang emas nya di ajang kualifikasi group C Euro 2012 melawan Spanyol, di Arena PGE, Gdansk, 10-6, 2012. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO , Kiev - Kiev - UEFA telah menulis surat kepada walikota kotatuan rumah Euro 2012 di Polandia dan Ukraina untuk meminta kehadiran polisi menyusul perilaku rasis dari fans. Kehadiran polisi juga diharapkan dalam sesi latihan tim sepakbola peserta Euro 2012.

    Beberapa anggota skuad Belanda mengeluh mendengar suara monyet pada sesi latihan terbuka di stadion Wisla Krakow pekan lalu ketika puluhan ribu orang Polandia muncul untuk menonton. "UEFA meminta semua langkah yang efektif dan perlu - termasuk kehadiran polisi yang meningkat - diterapkan untuk mencegah tampilan perilaku diskriminatif atau rasis pada sesi publik tersebut," demikian pernyataan UEFA, Senin.

    UEFA juga meminta agar pihak berwenang memastikan bahwa setiap orang yang ditemukan terlibat dalam perilaku rasis segera dikeluarkan dari stadion dan sekitarnya. "Selain itu juga memastikan proses pidana dilakukan terhadap orang tersebut."

    Surat yang sama juga dikirim kepada menteri olahraga Polandia, Joanna Mucha, yang meminta dukungan penuh dari pihak berwenang.

    Sebelumnya, laporan media mengatakan kelompok penggemar Spanyol melakukan tindakan rasis dengan mengejek pemain Italia, Mario Balotelli, dalam pertandingan hari Minggu di Gdansk. Tim ini enggan berkomentar.

    Isu rasisme mendominasi Euro 2012. Film dokumenter BBC menunjukkan kefanatikan tersebar luas di antara beberapa kelompok penggemar. Namun sejauh ini Polandia dan Ukraina membantah tuduhan tersebut.

    TRIP B | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.