Bos Perintahkan Pamer Payudara Demi Dongkrak Sales

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Perez membawakan busana karya desainer Raden Sirait dalam fashion show bertajuk

    Julia Perez membawakan busana karya desainer Raden Sirait dalam fashion show bertajuk "Kebaya For The World" di Ballroom Hotel Haris, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (14/5). TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO , London -  Seorang pelayan bar yang diminta oleh manajernya untuk memamerkan payudaranya demi mendongkrak penjualan memenangkan gugatan. Ia mendapat 10 ribu pound sterling (setara Rp 148,4 juta) sebagai kompensasi.

    Kathryn Broughton, 21 tahun, diberi julukan 'si payudara kecil' oleh manajernya, Andrew Stephens. Dia kemudian bertanya apakah Kathryn mengenakan bra khusus yang membuat payudaranya tampak menonjol.

    Belum juga ia menjawab karena malu, sang bos yang berusia 33 tahun melanjutnya, "Ya. Kau harus memakainya."

    Ia mengaku, selama enam bulan bekerja, kerap mendapat pelecehan seksual dari atasannya di Rutland Arms. Soal bra khusus yang akan mempertontonkan sebagian payudaranya, Kathryn mengatakan kepada pengadilan ketenagakerjaan, "Dia kemudian berkata kita akan mendapatkan lebih banyak pelanggan dan kau akan mendapatkan tips lebih."

    Ia menyatakan, julukan 'si payudara kecil' sering didengarnya, bahkan ia melontarkannya di depan karyawan lain. Ketika dia tak masuk kerja karena sakit, Stephens membuat komentar bahwa dia memiliki penyakit menular seksual dan disebut pacarnya seorang waria. "Saya merasa kesal dan terdegradasi," katanya.

    Dalam pembelaannya, Stephens membantah membuat komentar seksual untuk pelayan bar tersebut. Ia mengatakan hal biasa di Rutland Arms menjuluki nama panggilan untuk staf. "Salah satunya, disebut Paulus gendut padahal ia ramping," katanya.

    TRIP B | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?