Kunjungan Bersejarah PM India ke Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Islamabad: Perdana Menteri India Atal Bihari Vajpayee, melakukan kunjungan bersejarah ke Pakistan, Sabtu (3/1) waktu setempat. Vajpayee disambut hangat oleh Perdana Menteri Pakistan Zafarullah Khan Jamali dan beberapa menteri senior negeri itu di Bandara Internasional Islamabad. Kunjungan PM India dalam rangka menghadiri konferensi tingkat tinggi tujuh negara yang tergabung dalam Kerjasama Regional Asosiasi Asia Selatan yang berlangsung di kota itu. Kunjungan itu terbilang bersejarah, mengingat pasang surutnya hubungan kedua negara. Kunjungan Vajpayee ini adalah yang pertama sejak February 1999, saat itu dia mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Nawaz Sharif di Lahore. Meski begitu, sesaat sebelum tinggal landas dari New Delhi, Vajpayee mengatakan bahwa dirinya takkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Pakistan. "Tidak akan ada pembicaraan bilateral di Islamabad," kata dia dalam wawancara dengan sebuah televisi. "Bila pertemuan itu sukses dan membuka jalan bagi kerja sama, itu akan sangat bagus. Itu juga akan membantu dalam mencari jalan keluar pertikaian di bidang lain."Sejam sebelum kedatangan PM India, Jaish-e-Mohammed, sebuah kelompok militan yang kerap bertikai dengan tentara India di Kashmir, menjamin bahwa kelompoknya takkan mencelakai Vajpayee di tanah Pakistan. Kelompok ini adalah tersangka utama beberapa upaya percobaan pembunuhan terhadap Presiden Pakistan Pervez Musharraf beberapa waktu yang lalu. "Dia adalah tamu Pakistan, rakyat kami takkan menyentuhnya," kata Sahrai Baba, juru bicara Jaish-e-Mohammed, kepada kantor berita Associated Press melalui saluran telepon. Sejak April tahun lalu, negara-negara di Asia Selatan telah berupaya meningkatkan hubungannya. Wujudnya pada Jumat (2/1) kemarin, para pemimpin di forum kerja sama itu telah sepakat untuk membentuk sebuah kawasan perdagangan bebas. Diharapkan kawasan itu akan meningkatkan perekonomian bagi ratusan juga rakyat miskin di Asia Selatan, lewat peningkatan investasi dan kesempatan kerja. KTT itu dijadualkan berlangsung tiga hari sejak Minggu (4/1) dan diikuti oleh para pemimpin negara dari India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Maldives dan Bhutan. Pertemuan ini yang pertama dalam dua tahun setelah kegagalannya tahun lalu, saat memanasnya hubungan India and Pakistan. AP/Deddy Sinaga - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.