Kunjungan Presiden Taiwan ke Indonesia Dibatalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Taipei:Rencana kunjungan Presiden Taiwan, Chen Shui-bian, ke Indonesia batal, menyusul adanya tekanan dan protes keras yang dilayangkan pemerintah Cina terhadap Indonesia. Keputusan itu diambil dalam pertemuan tingkat tinggi keamanan nasional, Taiwan, yang berlangsung Sabtu (14/12) malam. “Rencana itu batal. Begitupun dengan rencana untuk mengunjungi beberapa negara lainnya di Asia Tenggara,” ujar sumber terpercaya Kantor Berita Taiwan, seperti dikutip AFP, Minggu (15/12). Sebelumnya, Cina memang menyampaikan protes atas laporan yang menyatakan Presiden Taiwan, Chen Shui-bian, akan mengunjungi Indonesia, pekan depan. Negara tirai bambu itu juga mengingatkan Jakarta bahwa diizinkannya kunjungan itu akan membahayakan hubungan Cina-Indonesia. Jurubicara Menteri Luar Negeri Cina, Liu Jianchao, kemarin, menyatakan Beijing memperhatikan sepenuhnya laporan yang menyebut bahwa Chen Shui-bian akan mengutus delegasi urusan bisnisnya ke Yogyakarta, pekan depan. "Kami berharap dan percaya pemerintah Indonesia akan memegang komitmen untuk menghormati prinsip satu Cina. Jadi, rencana kunjungan politik Taiwan akan gagal,” kata Liu. Dalam urusan ini, Sekretaris Gubenur Yogyakarta, Bambang Priyohadi, menyatakan kepada AFP bahwa Presiden Taiwan itu rencananya akan tiba di Indonesia, pada Selasa (17/12) mendatang untuk berkunjung sehari bersama dengan 90 kepala perusahaan besar Taiwan di Yogyakarta. Rencananya, mereka akan diterima oleh Gubernur Yogya, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Seperti diketahui, hubungan buruk Cina dan Taiwan berawal dari berpisahnya kedua negara itu, pada akhir perang sipil tahun 1949. Cina tetap berkukuh bahwa daerah itu tetap di bawah kekuasaannya. Bahkan, jika diperlukan, Cina akan menggunakan kekuatan untuk menegakkan keyakinannya tersebut. (AFP/TNR-Fitri/Purwanto)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.