Pemerintah Australia Bantah Keterangan Strait Times

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Australia dan mantan Ketua Keamanan Olimpiade Sydney 2000 menolak laporan dari Singapura yang mengatakan bahwa ada rencana serangan teroris pada Olimpiade 2000 lalu. Mantan Asisten Polisi bagian New South Wales Komisaris Paul McKinnon mengatakan memang pada saat itu ada ketakutan yang menyebar tentang kelompok Islam ekstrimis atau teroris yang bermarkas di Timur Tengah, tetapi tidak ada ancaman yang spesifik. "Laporan itu, kelihatannya sedikit terlambat dan sedikit sensasional, menurut pandanganku," ujarnya seperti dikutip oleh kantor berita AFP, Rabu (4/12). Sebelumnya dikabarkan oleh harian lokal Singapura, Straits Times, Selasa (3/12) lalu bahwa kelompok teroris Islam, Jemaah Islamiyah Jemaah Islamiyah (JI) berencana menyerang pesta olahraga Olimpiade Sydney tapi diputuskan pada menit-menit terkhir dibatalkan. Rencananya serangan ini akan diketuai oleh Riduan Isamuddinalias Hambali, warga negara Indonesia yang diduga sebagai ketua operasional JI. Hambali juga diduga sebagai otak pelaku dalam peledakan di Bali yang mengakibatkan 190 orang meninggal, di mana sebagian besar adalah warga Australia. Salah satu anggota tim mengatakan bahwa seorang warga Australia yang merupakan anggota JI bertemu dengan Hambali di bandara Kuala Lumpur. Sedangkan lainnya yang dikenal dengan nama Kusmir Nesirwan, seorang tukang daging dan sopir taksi. Nesirwan sendiri menyangkal semua keterlibatannya dalam rencana seorang terorisme termasuk Olimpiade Sydney. Bagi dia dengan hanya menjadi seorang supir taksi dan tukang daging, dia tidak akan punya banyak waktu untuk melakukan hal yang lain "Semuanya berita usang," katanya kepada radio ABC . "Apakah anda pikir saya cukup bodoh untuk melakukan sesuatu yang dapat menghancurkan keluarga saya? Pada saat Olimpiade, saya sedang menyupir taksi. Saya berusaha untuk membangun bisnis saya sendiri, hanya untuk memberi makan keluarga saya." Sementara Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer mengatakan bahwa dirinya tidak punya informasi tentang rencana penyerangan seperti yang dituliskan di media. "Tidak ada serangan semacam itu pada saat Olimpiade 2000, keamanan sangat ketat sepanjang waktu dan kami selalu yakin kalau keamanan Olimpiade akan mampu mengatasi ancaman tersebut," katanya. McKinnon mengatakan pada saat Olimpide 2000 lalu dan beberapa tahun sesudahnya, selalu ada perhatian yang ketat dan meluas tentang kelompok ekstrimis Islam atau teroris yang bermarkas di Timur Tengah. "Secara regional, ada pemahaman yang sangat baik terhadap komitmen untuk membentuk negara Islam yang menyertakan beberapa tempat seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Kesultanan Brunei, bagian selatan Philippina, Thailadn dan bahkan Kamboja. Sejalan dengan isu saat ini, bagi saya itu bukan suatu hal yang kredibel dengan di lapangan dan kecanggihan mesin pada saat Olimpiade, lagipula banyak negara-negara sahabat yang ikut berpartisipasi dalam hal itu," ujarnya. (AFP/Dewi Retno-TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.