Teleprompter, Rahasia Lancarnya Pidato Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Rabu (10/11). AP Photo/Barbara Walton, Pool

    Presiden AS Barack Obama saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Rabu (10/11). AP Photo/Barbara Walton, Pool

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dikenal sebagai orator ulung. Saat berorasi banyak yang tersihir dan terpesona dengan pemilihan kata, gestur, selipan humor dan tentu saja suara baritonnya. 

    Tak terkecuali ketika ia berorasi pada pagi tadi di Balairung Universitas Indonesia. Dia membuka dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia. "Selamat pagi, assalamualaikum, salam sejahtera," katanya. Kontan, enam ribu orang membalas salam Obama. 

    Setelah memulai beberapa kalimat, lagi-lagi Obama melontarkan kalimat dalam bahasa Indonesia. "Pulang kampung nih," ujarnya. Gerrr... lebih dari 6.000 orang yang mememadati Balairung UI tertawa. 

    Di balik pidatonya yang menyihir, Obama rupanya punya satu rahasia: teleprompter. Alat pengial baca ini selalu terletak tak jauh dari podium tempat Obama berpidato. Dengan alat ini, Obama terlihat seperti berbicara lisan tanpa menggunakan teks. Ketika berpidato di Universitas Indonesia, sebuah telepromter juga terlihat. Teleprompter ini seukuran diktat kuliah terbuat dari kaca terletak di sebelah kiri dan kanan. Teleprompter Obama kerap disebut conference teleprompter system. 

    Tercatat kepala pemerintahan yang pertamakali menggunakan teleprompter jenis ini adalah Margaret Hilda Thatcher, perdana menteri kerajaan Inggris tahun 1979 hingga 1990. Sang Perdana Menteri kerap menggunakannya dalam berpidato di depan Parlemen.   

    Saat itu tidak banyak orang memperhatikan dua benda transparan yang ada di depan podium pidato sang Perdana Menteri.  Perdana Menteri Mahatir, beberapa kali menggunakan “conference teleprompter system” ini pada acara kenegaraan di Malaysia. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan saat Kemerdekaan RI ke-64 di Rapat Paripurna DPR juga menggunakan teleprompter. 

    Media mulai banyak menulis soal ini ketika Presiden Bush menggunakannya.  Dan kemudian dilanjutkan oleh Presiden Obama. Bentuknya, selain sudah lebih canggih, yang tidak sekadar dua lempeng kaca transparan tetapi juga dapat berupa “running teks” yang dipasang pada beberapa tempat disudut-sudut gedung sesuai dengan kebutuhan.   

    Teleprompter pada dasarnya adalah cermin satu-arah, efek yang dibuat dengan menggunakan kaca. Teleprompter terbagi dari tiga bagian, kaca, layar dan kamera. Cara kerjanya, kamera memantulkan teks dari komputer yang dikendalikan oleh seorang operator. Kemudian kaca tersebut merekfleksikan kepada layar transparan yang terletak di samping kiri dan kanan si orator. 

    Menurut Michael Waldman, kepala penulis pidato mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Obama adalah salah satu politikus yang piawai menggunakan teleprompter secara efektif. "Tapi meski pakai itu, tidak ada yang meragukan kemampuannya mengekspresikan segala hal yang ada di kepalanya," ujar Waldman. 

    Hobi Obama menggunakan teleprompter juga sempat menuai kritik. "Dia sangat terpaku pada teks," kata Bradley A. Blakeman, bekas orang kepercayaan Presiden George W. Bush. "Dia jadi terlihat seperti robot." 

    Namun kritikan ini dijawab oleh Gedung Putih. "Memakai catatan kecil atau teleprompter, rakyat Amerika lebih peduli dengan isi pidatonya ketimbang cara penyampaiannya," kata juru bicara Gedung Putih, Bill Burton. 

    NY TIMES | BERBAGAI SUMBER | PGR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.